Riniivan's Blog

Something about my life

Snack Kesukaan : wingko Babat ( lagi )

Hehehehe, kalo diitung2, ini adalah salah satu snack sore yang favorit, lumayan sering beredar selain martabak mini.

Untuk kemaren pun, bikin lagi, ngga banyak sih, jadi sekitar 20biji, dan sekarang nyisa 2 doang :-D. Resep udah pernah dishare disini https://riniivan.wordpress.com/2014/05/05/cemilan-anak-dan-dewasa-wingko-babat-empuk/

Tapi yang versi kemaren, saya tambahin 3 sendok makan margarine leleh, teksturnya makin empuk hehehe

image

Leave a comment »

Puding Roti Tawar

Ceritanya, kelebihan stock roti tawar, karna pulang kantor ,Popi beli, sementara, saya pun beli di abang2 Sa*i Roti keliling, dan Abi kan lagi dibatesin konsumsi roti tawar putih, dia lagi demen makan roti sobek bikinan mominya :-D  *senyum lebar

Tadinya mau bikin puding roti yang ala2 dessert resto itu, yang dilapis susu telur, kismis ato buah2 seger lain kaya nenas, apel ato strawberry, tapiii, popi dan Abi kurang suka yang versi itu, sementara, kelebihan roti tawar ini lumayan banyak, 1 bungkus. Daripada kebuang, harus segera diolah nih sebelum expired.

Keinget, jaman kecil dulu, mama (nenek Abi ) sering bikin puding kulit roti, dan kebetulan seorang Ibu ( ibu Sjamsiar A )di Facebook, sharing juga resep puding roti tawar ini, ya okelah, dieksekusi dengan modifikasi tentunya.
Saya bikin setengah resep, pake susu, dan keju oles :-D *stock masih banyak,dicicil campur2 ke resep snack dech.Biar glutten free, karna Abi lagi demen banget makan roti ,tepung terigunya saya ganti dengan tepung sagu dan maizena

Pake loyang brownies panjang ,ngga tau panjangnya berapa

BAHAN:
1bungkus roti tawar kupas merk sa*i roti, robek2
500mili susu UHT ( bisa pake santen )
3 sendok makan maizena
3sendok makan tepung sagu
250gram keju oles
100gram margarine, cairkan
5 sendok makan gula pasir ( boleh dimodifikasi kalo suka manis )

CARA :
Rebus susu dan gula hingga mendidih, matikan api, masukkan sobekan roti tawar, diamkan hingga roti lembut.

Saat sudah dingin, proses dengan food processor : campuran roti, keju, tepung, haluskan, tambahkan margarine leleh, haluskan.

Tuang ke loyang yang sudah dioles minyak ato margarin, kukus dengan api sedang sekitar 30 menit.

Saat adonan masuk dandang, pastikan air dandang udah mendidih, tutup dandang dilapisi dengan kain bersih agar tetesan uap air ngga masuk ke kue.

Keluarkan dari loyang saat udah dingin.

Mungkin karna pake tepung sagu dan maizena  teksturnya kenyal kaya kue talam,tapi ngga alot, lembut , halus, pas digigit. Beda dengan tekstur puding bikinan mama saya dulu yang pake terigu. Tetep enaaak kok

image

image

Leave a comment »

Pepes Telor Asin

Ada telur asin mentah :-)

Kalo direbus aja bisa sih, tapi udah biasa kan? Naah di grup masak, ada seorang Ibu bernama Ibu Susilawaty Tantina, sharing resep pepes telur asin.
Pas banget lagi ada stok telur asin, then why not trying kan?

Ini resep saya modifikasi ala2 saya sih, biar Abi juga bisa makan, jadi ngga dipedesin.

Untuk 5 buah pepes
BAHAN:
5 Butir telur asin mentah
60 mili santan kental, encerkan dengan sedikit air
2 batang serai, ambil bagian putih aja, iris serong
Sejempol lengkuas, kupas bersih,cuci, iris serong
Daun kemangi ato daun seledri
Daun salam, robek 2
Daun pisang untuk membungkus

CARA :
kalo saya sih, saya lakuin 1 per satu telur

Di cup kecil, tuang telur, santan, gula, aduk rata.

Tuang ke cetakan daun pisang, beri salam, serai ,lengkuas dan kemangi, semat rapat, kukus 25 menit hingga matang

Daaan sesi membungkus adalah hal yang paling tidak mahir saya lakuin hehehe

image

Leave a comment »

Edisi lagi Highly Motivated Doing Nothing ( Baca : malas ) :-D

Sejak beberapa hari belakangan, entah rasanya males tingkat tinggi mau ngerjain kerjaan rumah tangga, meskipun udah diajak Popi jalan2, refreshing ke Pasar Kaget,ke supermarket, ato jalan2 keliling2 naek motor. Bukan jenuh dech kayanya,karna kalo jenuh, simple, saya cukup ubah susunan schedule harian, fresh lagi.Misal, HS Abi dipindah sore , masak siang, beberes dapur dulu baru ke depan, gitu, dan itu udah bikin refresh. Lah ini, rasanya ide banyaaaak banget di kepala, tapi ugggh, berat ditangan dan badan hehehe

Tapi udah Senin iniih, udah 4 hari diturutin rasa malesnya, malah makin berat, cuma browsing2, tiduran, maen alakadar nya dengan Abi, jadii, harus dilawan nih. Apalagi udah niat mau bikin cookies, untuk oleh2 ponakan yang kebetulan mau lomba di Jakarta wikend ini, semangaaat!

Look at the menu arrangement i ‘ve been preparing selama males kemaren :-P

Minggu :
Sarapan : sandwich roti isi saus pizza
Lunch : Nasi Bakar ayam sayuran, karedok
Snack : bala2 pisang plus es ketimun nenas

Susunan Lauk:
SENIN
Lauk:
Asem2 iga, perkedel tempe, oseng buncis dengan udang
Snack : Wingko Babat

SELASA
Lauk : gule sapi cincang, telor dadar Padang, sayur toge
Snack : Puding Roti

RABU
Lauk : Sayur Asem, pepes telor asin, balado tahu
Snack : Donat

KAMIS :
Lauk : capcay tumis, ayam goreng tepung, perkedel tempe saus asam manis
Snack : Sunte ( pepes pisang )

JUMAT
Libuuurr..Bikin Nasi Goreng aja kali yaaa dan bikin roti goreng

SABTU : ke Cibubur *yeaayy Abi bisa ketemu Mas Raafi

MINGGU : kayanya nasi keju ajaah

Malem ini mau ke toko bahan kue, beli perlengkapan untuk bikin cookies, ngga banyak lah, semoga Mamas Raafi sukaa

Leave a comment »

Obrolan Singkat dengan Popi

Meletakkan dulu catatan ini di blog, sebagai penanda ,bahwa kami pernah ngobrolin ini :-D.

Iya, saat ngobrol asyik berdua semalem dengan Popi, tercetus dari saya, gimana kalo tetiba, di usia mudanya, Abi meminta kami melamar seorang gadis untuknya.

Setelah berdiskusi, kami pun sepakat,selama dia bisa bertanggung jawab atas istrinya dunia dan akhiratnya, termasuk menafkahinya walo mungkin saat itu kelak, status Abi masih mahasiswa, iya, kami akan segerakan memenuhi niat baik Abi.

Kami pun seolah punya keyakinan, bahwa Abi akan bisa memilih makmum sesuai kriteria Islam.

Senantiasa berharap, dia tumbuh menjadi lelaki sholeh yang kelak akan disandingkan Allah dengan jodoh yang shalehah, menyegerakan dengan tujuan menyempurnakan agamanya, bukan cuma menuruti trend ato mengikuti hawa nafsu semata.

Dan, inshaallah kami, terutama saya, akan menerima pilihannya tanpa pernah mempertanyakan apalagi mencela.

Semoga dia tumbuh, besar,hidup,bergaul sesuai yang dicontohkan oleh junjungan kami,agama kami, Islam,aamiin

Leave a comment »

Siapa Mahram Saya, Siapa yang Bukan?

image

Syukron Pop, terima kasih. Terima kasih untuk membuat makmum mu ini selalu belajar menjadi orang yang lebih baik. Dari hal2 yang sifatnya wajib hingga sunnah.

Caramu mengajari pun begitu lembut, dengan contoh, dengan dalil yang kuat sehingga segala sesuatu, apa pun itu, tak ada celah mempertanyakan, karna semua yang Popi ajarkan, adalah yang benar, sesuai Quran dan Sunnah.

Termasuklah cara Popi mengajarkan cara berjilbab yang benar, tanpa menyalahkan, tanpa mencela, melainkan secara perlahan, Popi menanamkan pengertian , cara berbusana yang benar.

Awal2, sempet agak mempertanyakan, kenapa saat adik dan suaminya berkunjung ke rumah, Popi bergegas mengambilkan jilbab panjang Momi dan menyuruh Momi memakainya selama mereka di rumah, juga saat kunjungan ke rumah Bandung, Popi selalu mengingatkan momi untuk tetap mengenakan jilbab walo dirumah.Atau saat di rumah Palembang , saat sepupu ato adik nenek Palembang berkunjung,Momi diingatkan untuk segera berjilbab, menutup aurat.

Awal2 memang sempat mempertanyakan, kenapa saya harus pakai, sementara yang lain, dengan ipar, dengan sepupu lelaki, dengan mertua adik atau kakak, nyantai aja ngga harus bergegas menutup auratnya. Kembali tanpa banyak dalih, Popi berkata, bahwa Momi adalah makmum Popi, bahwa Popi bertanggung jawab atas Momi ,dan popi mengajak ke arah yang benar.

Hati ini sangat tentram. Sedikit demi sedikit, Popi mengarahkan istrinya ini untuk mulai memanjangkan kerudungnya,untuk mulai meninggalkan celana panjang sebagai busana luar,untuk mulai memakai yang longgar dan panjang. Semua bukan perintah dari Popi, semua diarahkan dengan lembut, itu yang membuat hati ini tentram.

Saya jauh dari alim, jauh dari sempurna,tapi siapapun saya di masa lalu, saya berhak berubah,saya berhak hijrah, menjadi muslimah yang lebih baik,karna saya mengejar ridha Allah melalui imam saya.

Sekali lagi, terima kasih Pak Imam ku

Leave a comment »

Nutella Pie oh Nasibmu

image

Udah cukup lama mengidam2kan mesen on line pie ini , topping keju dan the phenomenal nutella.

Akhirnya, kemaren dapet info, akan ada meeting point untuk orderan pie ini di mall deket rumah.

Oh sebagai info tambahan, pie ini dibikin hanya based on order, mereka ngga punya toko off line, hanya melayani delivery dengan kurir kue yang ongkirnya fantastis ( mencapai 150rb kalo ke daerah saya ), dan sebagai solusi ongkir, mereka ngadain meeting point. Kita place order, transfer uangnya,pada tanggal dan tempat yang telah mereka tentukan, kita ambil orderan kita.

Balik ke pie ini, berdua Mimi Iis, kita urunan beli,dan placed order produk jawara mereka : Cheesetella

Dilala, saat mau transfer, iseng2 buka FB, dan di grup yang saya join, lagi rame ngebahas Nutella ini.

Jadi, ada seorang member yang tinggal di London, kirim email ke Forrero UK sebagai produsen Nutella ini ,nanyain status kehalalan Nutella.

Dan jawabannya sungguh menyedihkan, mereka konfirm bahwa Nutella aman bagi vegetarian, tidak mengandung alkohol dan TIDAK tersertifikasi halal.

Salah satu nikmat Allah, terjaga kembali dari yang syubhat, masih sempat cancel order .

Besar banget harapan saya, sebagai konsumen muslim yang tinggal di negara mayoritas muslim , agar semua produsen produk2 makanan yang dijual disini mencantumkan  sertifikat halal.

Well, ternyata , masak sendiri memang jauh lebih aman ya

Leave a comment »

Sekilas HS

Dapet bacaan ini dari grup WA ibu2 HS,boleh juga untuk file :-)

Tujuh pertanyaan yang sering diajukan mengenai homeschooling adalah:
• Adakah homeschooling di kota saya? Di mana saya bisa mendaftar homeschooling?
• Berapa biaya homeschooling yang harus saya bayar?
• Bagaimana ijazah anak homeschooling? Apakah anak homeschooling bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi?
• Bagaimana sosialisasi anak homeschooling?
• Sejak usia berapa anak bisa homeschooling?
• Bagaimana standar dan kurikulum homeschooling?
• Apakah saya bisa melaksanakan homeschooling sambil bekerja?

• Adakah homeschooling di kota saya? Di mana saya bisa mendaftar homeschooling?
Homeschooling/HomeEducation adalah model pendidikan di mana keluargamemilih untuk bertanggung jawab sendiri atas proses pendidikan yang dijalani anak-anaknya. Jadi, HS/HE bukan sebuah lembaga atau institusi. Di dalam penyelenggaraan HS/HE, orangtua dapat memilih apakah menyelenggarakan sendiri proses HS/HE atau menggunakan bantuan lembaga lain. Lembaga yang membantu proses HS/HE bisa berupa klub, bimbel, kursus, penyelenggara ujian, dan sebagainya.

Di Indonesia ada sedikit salah-kaprah dalam penggunaan istilah HS. Banyak lembaga yang mempromosikan diri sebagai homeschooling. Lembaga yang sering mempromosikan diri sebagai HS sebenarnya menimbulkan kerancuan tentang istilah HS. Sebab, sesuai dengan namanya (home) dan praktek yang umum di seluruh dunia, HS itu bentuknya adalah keluarga, tak pernah berbentuk lembaga.

Jadi, untuk menjalani HS/HE, Anda tidak harus mendaftar ke mana-mana. Yang perlu Anda perlukan adalah mencari teman seperjuangan, sesama praktisi HS/HE yang ada di kota Anda agar bisa berkegiatan bersama (jika diperlukan)

• Berapa biaya homeschooling yang harus saya bayar?
Pertanyaan di atas diajukan dengan asumsi bahwa proses belajar yang dilaksanakan di dalam HS diselenggarakan oleh sebuah lembaga. Jika difahami bahwa HS/HE adalah pendidikan berbasis rumah, yang diselenggarakan oleh keluarga, maka biaya yang dikeluarkan dalam HS/HE oleh setiap keluarga bisa sangat bervariasi. Variasi besaran biaya HS/HE sangat lebar tergantung pada standar, fasilitas, dan program yang dilaksanakan dalam HS/HE. Inilah yang disebut dengan fleksibilitas pembiayaan.

Fleksibilitas pembiayaan merupakan salah satu kekuatan HS/HE. Setiap keluarga HS/HE dapat menyesuaikan anggaran pendidikan & memaksimalkan biaya yang dikeluarkan karena memiliki kontrol sepenuhnya atas pemanfaatan uang yang dikeluarkan. Intinya, biaya dapat diatur menyesuaikan kemampuan keuangan keluarga. Jika memilih menggunakan materi eksternal (kurikulum, bahan ajar siap pakai) dan layanan eksternal (tutor, konsultasi, kursus, dsb), maka ada biaya yang dikeluarkan. Jika ingin menghemat, maka keluarga harus menggunakan kreativitasnya untuk menemukan solusi yang berorientasi pada tujuan, dengan sarana yang berbeda dari layanan berbayar.

• Bagaimana ijazah anak homeschooling? Apakah anak homeschooling bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi?
Menurut UU no. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) ada 3 jalur pendidikan yang diakui pemerintah, yaitu: jalur pendidikan formal (sekolah), nonformal (kursus, pendidikan kesetaraan), dan informal (pendidikan oleh keluarga dan lingkungan).

Anak-anak yang belajar melalui HS/HE (jalur pendidikan informal) dapat memperoleh ijazah dengan cara mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Ujian Kesetaraan terdiri atas tiga jenjang, yaitu Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Dengan memiliki ijazah Paket C, seorang anak dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi manapun baik negeri/swasta.

• Bagaimana sosialisasi anak homeschooling?
Ada dua model sosialisasi yang biasanya dikenal, yaitu sosialisasi horizontal (seumur) dan sosialisasi vertikal (lintas umur). Pergaulan di sekolah merupakan contoh paling jelas mengenai model sosialisasi horizontal. Sosialisasi horizontal menjadi salah satu ciri utama bentuk sosialisasi. Sementara itu, anak-anak yang dididik dalam HS memiliki model sosialisasi yang berbeda Anak HS/HE bersosialisasi dengan anggota keluarga dan masyarakat yang ada di sekitarnya, yang sebagian besar memiliki usia yang berbeda.

Model sosialisasi lintas-umur adalah merupakan model sosialisasi utama di dalam homeschooling, yang dijalani selama proses pendidikan yang dijalaninya. Anak HS/HE memang memiliki model sosialisasi yang
berbeda dengan anak-anak sekolah, tapi kualitasnya tak bisa dinilai lebih buruk. Bahkan, dalam riset justru ditemukan keunggulan kemampuan sosialisasi anak-anak HS/HE yang terbiasa dengan sosialisasi lintas-umur.

• Sejak usia berapa anak bisa homeschooling?
Pendidikan pada hakikatnya dimulai sejak bayi lahir. Bahkan, beberapa pendapat menyatakan bahwa pendidikan telah dimulai saat bayi masih di dalam kandungan. Sebab, bayi yang berada di dalam kandungan sebenarnya sudah dapat berkomunikasi dan menyerap apa yang di sekitarnya melalui ibunya.

HS/HE pada usia dini bukanlah mengajari anak untuk belajar membaca, menulis, matematika, dan hal-hal akademis lainnya sejak bayi. Pendidikan anak pada usia dini menekankan pada pola pengasuhan yang sehat (good
parenting). Selain itu, pendidikan anak usia dini juga ditujukan sebagai pondasi bagi anak agar memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut (sekolah dasar).

• Bagaimana standar dan kurikulum homeschooling?
Karakter dasar yang melekat pada HS/HE adalah customized education, pendidikan yang dikustomisasi atau disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak.

Dari sisi metode, banyak model teoritis HS/HE, mulai yang bersifat sangat tidak terstuktur (unschooling), hingga yang sangat terstruktur seperti sekolah (school-at-home). Sepanjang tidak melanggar hukum, semua model HS/HE sah-sah saja dipilih karena keluarga lah yang paling tahu  apa yang terbaik untuk anak-anaknya

• Apakah saya bisa melaksanakan homeschooling sambil bekerja?
Pertanyaan ini sebenarnya tidak bisa dijawab oleh orang lain, tetapi harus dijawab oleh penanya sendiri. HS/HE secara prinsip menekankan pada pilihan orangtua/keluarga untuk bertanggung jawab sendiri dalam
pendidikan anak. Keluarga memilih untuk menyelenggarakan sendiri pendidikan, baik secara mandiri maupun menggunakan bantuan orang, lembaga, infrastruktur sosial yang ada di masyarakat.

Dalam prakteknya, sebagian besar praktisi HS/HE adalah keluarga yang salah satu orangtua tidak bekerja, bekerja di rumah, bekerja paruh waktu, atau memiliki pekerjaan yang secara waktu cukup fleksibel. Fleksibilitas waktu itu sangat penting karena salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses HS/HE adalah kualitas pendampingan orangtua.

Jadi, jawaban dari pertanyaan ini berkaitan dengan manajemen proses belajar. Kalau orangtua dapat mengelola proses belajar anak secara baik (dengan tetap bekerja), maka HS/HE dapat dijalankan. Tetapi jika anak
masih belum bisa dilepas untuk mandiri dan proses belajar masih membutuhkan pendampingan yang besar, dibutuhkan pengaturan ulang mengenai pekerjaan yang dijalankan oleh orangtua jika tetap ingin menjalankan HS/
HE untuk putra-putrinya. Mana yang paling baik untuk keluarga Anda? Anda sendiri yang menentukannya.

Materi ini diambil dari ebook FAQ Homeschooling. Bisa diunduh Gratis di: http://rumahinspirasi.com/newsletter-rumah-inspirasi/
Podcast Homeschooling: http://rumahinspirasi.com/podcast-homeschooling-gratis/

Leave a comment »

Cake Singkong Keju Kukus

Hmmm…menyantap cake ini sungguh membuat lidah bergoyang dan kepala berpikir, ini kayanya beneran dari singkong, tapi kok ya, ngeju banget yaa..

Hehehe…Ceritanya, hari Minggu kemaren, jalan2 naek motor sama Popi dan Abi, lewat pasar, dan di pinggir jalan pasar itu, ada penjual singkong yang montok2 banget, bikin gatel pengen ngolah.

Naah, beli dech, sekitar 2 kilo kali ya, sama ibu penjualnya ngga ditimbang, langsung dihargai 5 ribu saja  bonus untuk anaknya yang ganteng di motor, gitu katanya hehehe, Alhamdulillah..
Dan dapet bonus resep pula dari Ibu penjual, singkong dibikin perkedel, dikukus, dimasak dengan daging giling dan bumbu2.Waaaahh..Alhamdulillah kan, dapet resep untuk dicoba :-)

Jadi, dibantu Popi mengupas dan mencuci bersih singkong, saya kukus dan bagi dua,separuh untuk cake, separuh lagi disimpen,mau nyoba resep si Ibu.

Balik ke cake singkong, rasanya enaaak banget, mirip getuk , tapi empuk lembut, dengan rasa keju dominan karna emang saya kasih extra jumlah kejunya, sebagian keju cheddar, sebagian lagi saya pake keju oles, nom..nom…

BAHAN : ( Saya pake loyag brownies kecil )
1 kilo singkong, kukus , haluskan
200 gram keju cheddar parut
200gram keju oles
4 sendok makan gula pasir ato sesuai selera
whipping cream 60 mili ( ato pake santan juga boleh )

CARA :
Dalam food processor, campur semua bahan,proses hingga halus dan kalis.
Masukkan dalam loyang, kukus denga  kukusan dilapisi kain tutupnya agar air tak menetes ke adonan.

Siap dech
PS :
semakin pulen singkong,semakin enak tekstur cake dan rasanya.

Pastikan kekuatan food processor cukup tangguh karna adonan akan super sticky

Saat cake hangat,akan lengket jika diiris,namun jika cake dingin , tidak akan lengket

image

image

Leave a comment »

Bahagiaku itu Sederhana

Bahagia ku itu adalah saat memasak,suami tanpa diminta,mencuci piring kotor. Sederhana

Bahagiaku itu, saat suami , tanpa mendengar keluhanku, menyiapkan ember berisi air hangat dan garam serta bangku, lalu memintaku merendam kaki saat melihat istrinya ini memijit2 betisnya sendiri.Sederhana

Bahagiaku itu, saat anak membisikkan kata ” I love You banget ,Momi “. Sederhana

Bahagiaku itu, saat anakku memberi bunga virtual pada mominya ini, seraya berkata ,” ini bunga pura2 buat momi, nanti kalo kaka udah punya kebun, kaka kasih bunga beneran “.Sederhana

Bahagiaku itu, saat kedua orang tua ku tercukupi oleh perhatian dari anak2nya.Sederhana

Bahagia ku itu, saat suami memelukku selalu, sebelum berangkat kerja, saat suamiku mengucapkan terima kasih atas lelahku mengurusnya dan anaknya, atas senyum bahagia yang selalu dipakai istrinya ini saat menyambut kepulangannya dari kantor. Sederhana.

Bahagiaku itu adalah, saat menghabiskan waktu bertiga dengan anakku dan Popinya, dimana pun, bagaimanapun, dan seberapa lama pun.Sederhana

Bahagiaku itu sederhana  dan selalu ada. Maka nikmat Tuhan.yang mana lagi yang akan ku ingkari?#semoga selalu qanaah, aamiin

#senin pertama di bulan Maret, mendung

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers