Riniivan's Blog

Something about my life

Sekilas HS

Dapet bacaan ini dari grup WA ibu2 HS,boleh juga untuk file :-)

Tujuh pertanyaan yang sering diajukan mengenai homeschooling adalah:
• Adakah homeschooling di kota saya? Di mana saya bisa mendaftar homeschooling?
• Berapa biaya homeschooling yang harus saya bayar?
• Bagaimana ijazah anak homeschooling? Apakah anak homeschooling bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi?
• Bagaimana sosialisasi anak homeschooling?
• Sejak usia berapa anak bisa homeschooling?
• Bagaimana standar dan kurikulum homeschooling?
• Apakah saya bisa melaksanakan homeschooling sambil bekerja?

• Adakah homeschooling di kota saya? Di mana saya bisa mendaftar homeschooling?
Homeschooling/HomeEducation adalah model pendidikan di mana keluargamemilih untuk bertanggung jawab sendiri atas proses pendidikan yang dijalani anak-anaknya. Jadi, HS/HE bukan sebuah lembaga atau institusi. Di dalam penyelenggaraan HS/HE, orangtua dapat memilih apakah menyelenggarakan sendiri proses HS/HE atau menggunakan bantuan lembaga lain. Lembaga yang membantu proses HS/HE bisa berupa klub, bimbel, kursus, penyelenggara ujian, dan sebagainya.

Di Indonesia ada sedikit salah-kaprah dalam penggunaan istilah HS. Banyak lembaga yang mempromosikan diri sebagai homeschooling. Lembaga yang sering mempromosikan diri sebagai HS sebenarnya menimbulkan kerancuan tentang istilah HS. Sebab, sesuai dengan namanya (home) dan praktek yang umum di seluruh dunia, HS itu bentuknya adalah keluarga, tak pernah berbentuk lembaga.

Jadi, untuk menjalani HS/HE, Anda tidak harus mendaftar ke mana-mana. Yang perlu Anda perlukan adalah mencari teman seperjuangan, sesama praktisi HS/HE yang ada di kota Anda agar bisa berkegiatan bersama (jika diperlukan)

• Berapa biaya homeschooling yang harus saya bayar?
Pertanyaan di atas diajukan dengan asumsi bahwa proses belajar yang dilaksanakan di dalam HS diselenggarakan oleh sebuah lembaga. Jika difahami bahwa HS/HE adalah pendidikan berbasis rumah, yang diselenggarakan oleh keluarga, maka biaya yang dikeluarkan dalam HS/HE oleh setiap keluarga bisa sangat bervariasi. Variasi besaran biaya HS/HE sangat lebar tergantung pada standar, fasilitas, dan program yang dilaksanakan dalam HS/HE. Inilah yang disebut dengan fleksibilitas pembiayaan.

Fleksibilitas pembiayaan merupakan salah satu kekuatan HS/HE. Setiap keluarga HS/HE dapat menyesuaikan anggaran pendidikan & memaksimalkan biaya yang dikeluarkan karena memiliki kontrol sepenuhnya atas pemanfaatan uang yang dikeluarkan. Intinya, biaya dapat diatur menyesuaikan kemampuan keuangan keluarga. Jika memilih menggunakan materi eksternal (kurikulum, bahan ajar siap pakai) dan layanan eksternal (tutor, konsultasi, kursus, dsb), maka ada biaya yang dikeluarkan. Jika ingin menghemat, maka keluarga harus menggunakan kreativitasnya untuk menemukan solusi yang berorientasi pada tujuan, dengan sarana yang berbeda dari layanan berbayar.

• Bagaimana ijazah anak homeschooling? Apakah anak homeschooling bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi?
Menurut UU no. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) ada 3 jalur pendidikan yang diakui pemerintah, yaitu: jalur pendidikan formal (sekolah), nonformal (kursus, pendidikan kesetaraan), dan informal (pendidikan oleh keluarga dan lingkungan).

Anak-anak yang belajar melalui HS/HE (jalur pendidikan informal) dapat memperoleh ijazah dengan cara mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Ujian Kesetaraan terdiri atas tiga jenjang, yaitu Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Dengan memiliki ijazah Paket C, seorang anak dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi manapun baik negeri/swasta.

• Bagaimana sosialisasi anak homeschooling?
Ada dua model sosialisasi yang biasanya dikenal, yaitu sosialisasi horizontal (seumur) dan sosialisasi vertikal (lintas umur). Pergaulan di sekolah merupakan contoh paling jelas mengenai model sosialisasi horizontal. Sosialisasi horizontal menjadi salah satu ciri utama bentuk sosialisasi. Sementara itu, anak-anak yang dididik dalam HS memiliki model sosialisasi yang berbeda Anak HS/HE bersosialisasi dengan anggota keluarga dan masyarakat yang ada di sekitarnya, yang sebagian besar memiliki usia yang berbeda.

Model sosialisasi lintas-umur adalah merupakan model sosialisasi utama di dalam homeschooling, yang dijalani selama proses pendidikan yang dijalaninya. Anak HS/HE memang memiliki model sosialisasi yang
berbeda dengan anak-anak sekolah, tapi kualitasnya tak bisa dinilai lebih buruk. Bahkan, dalam riset justru ditemukan keunggulan kemampuan sosialisasi anak-anak HS/HE yang terbiasa dengan sosialisasi lintas-umur.

• Sejak usia berapa anak bisa homeschooling?
Pendidikan pada hakikatnya dimulai sejak bayi lahir. Bahkan, beberapa pendapat menyatakan bahwa pendidikan telah dimulai saat bayi masih di dalam kandungan. Sebab, bayi yang berada di dalam kandungan sebenarnya sudah dapat berkomunikasi dan menyerap apa yang di sekitarnya melalui ibunya.

HS/HE pada usia dini bukanlah mengajari anak untuk belajar membaca, menulis, matematika, dan hal-hal akademis lainnya sejak bayi. Pendidikan anak pada usia dini menekankan pada pola pengasuhan yang sehat (good
parenting). Selain itu, pendidikan anak usia dini juga ditujukan sebagai pondasi bagi anak agar memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut (sekolah dasar).

• Bagaimana standar dan kurikulum homeschooling?
Karakter dasar yang melekat pada HS/HE adalah customized education, pendidikan yang dikustomisasi atau disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak.

Dari sisi metode, banyak model teoritis HS/HE, mulai yang bersifat sangat tidak terstuktur (unschooling), hingga yang sangat terstruktur seperti sekolah (school-at-home). Sepanjang tidak melanggar hukum, semua model HS/HE sah-sah saja dipilih karena keluarga lah yang paling tahu  apa yang terbaik untuk anak-anaknya

• Apakah saya bisa melaksanakan homeschooling sambil bekerja?
Pertanyaan ini sebenarnya tidak bisa dijawab oleh orang lain, tetapi harus dijawab oleh penanya sendiri. HS/HE secara prinsip menekankan pada pilihan orangtua/keluarga untuk bertanggung jawab sendiri dalam
pendidikan anak. Keluarga memilih untuk menyelenggarakan sendiri pendidikan, baik secara mandiri maupun menggunakan bantuan orang, lembaga, infrastruktur sosial yang ada di masyarakat.

Dalam prakteknya, sebagian besar praktisi HS/HE adalah keluarga yang salah satu orangtua tidak bekerja, bekerja di rumah, bekerja paruh waktu, atau memiliki pekerjaan yang secara waktu cukup fleksibel. Fleksibilitas waktu itu sangat penting karena salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses HS/HE adalah kualitas pendampingan orangtua.

Jadi, jawaban dari pertanyaan ini berkaitan dengan manajemen proses belajar. Kalau orangtua dapat mengelola proses belajar anak secara baik (dengan tetap bekerja), maka HS/HE dapat dijalankan. Tetapi jika anak
masih belum bisa dilepas untuk mandiri dan proses belajar masih membutuhkan pendampingan yang besar, dibutuhkan pengaturan ulang mengenai pekerjaan yang dijalankan oleh orangtua jika tetap ingin menjalankan HS/
HE untuk putra-putrinya. Mana yang paling baik untuk keluarga Anda? Anda sendiri yang menentukannya.

Materi ini diambil dari ebook FAQ Homeschooling. Bisa diunduh Gratis di: http://rumahinspirasi.com/newsletter-rumah-inspirasi/
Podcast Homeschooling: http://rumahinspirasi.com/podcast-homeschooling-gratis/

Leave a comment »

Cake Singkong Keju Kukus

Hmmm…menyantap cake ini sungguh membuat lidah bergoyang dan kepala berpikir, ini kayanya beneran dari singkong, tapi kok ya, ngeju banget yaa..

Hehehe…Ceritanya, hari Minggu kemaren, jalan2 naek motor sama Popi dan Abi, lewat pasar, dan di pinggir jalan pasar itu, ada penjual singkong yang montok2 banget, bikin gatel pengen ngolah.

Naah, beli dech, sekitar 2 kilo kali ya, sama ibu penjualnya ngga ditimbang, langsung dihargai 5 ribu saja  bonus untuk anaknya yang ganteng di motor, gitu katanya hehehe, Alhamdulillah..
Dan dapet bonus resep pula dari Ibu penjual, singkong dibikin perkedel, dikukus, dimasak dengan daging giling dan bumbu2.Waaaahh..Alhamdulillah kan, dapet resep untuk dicoba :-)

Jadi, dibantu Popi mengupas dan mencuci bersih singkong, saya kukus dan bagi dua,separuh untuk cake, separuh lagi disimpen,mau nyoba resep si Ibu.

Balik ke cake singkong, rasanya enaaak banget, mirip getuk , tapi empuk lembut, dengan rasa keju dominan karna emang saya kasih extra jumlah kejunya, sebagian keju cheddar, sebagian lagi saya pake keju oles, nom..nom…

BAHAN : ( Saya pake loyag brownies kecil )
1 kilo singkong, kukus , haluskan
200 gram keju cheddar parut
200gram keju oles
4 sendok makan gula pasir ato sesuai selera
whipping cream 60 mili ( ato pake santan juga boleh )

CARA :
Dalam food processor, campur semua bahan,proses hingga halus dan kalis.
Masukkan dalam loyang, kukus denga  kukusan dilapisi kain tutupnya agar air tak menetes ke adonan.

Siap dech
PS :
semakin pulen singkong,semakin enak tekstur cake dan rasanya.

Pastikan kekuatan food processor cukup tangguh karna adonan akan super sticky

Saat cake hangat,akan lengket jika diiris,namun jika cake dingin , tidak akan lengket

image

image

Leave a comment »

Bahagiaku itu Sederhana

Bahagia ku itu adalah saat memasak,suami tanpa diminta,mencuci piring kotor. Sederhana

Bahagiaku itu, saat suami , tanpa mendengar keluhanku, menyiapkan ember berisi air hangat dan garam serta bangku, lalu memintaku merendam kaki saat melihat istrinya ini memijit2 betisnya sendiri.Sederhana

Bahagiaku itu, saat anak membisikkan kata ” I love You banget ,Momi “. Sederhana

Bahagiaku itu, saat anakku memberi bunga virtual pada mominya ini, seraya berkata ,” ini bunga pura2 buat momi, nanti kalo kaka udah punya kebun, kaka kasih bunga beneran “.Sederhana

Bahagiaku itu, saat kedua orang tua ku tercukupi oleh perhatian dari anak2nya.Sederhana

Bahagia ku itu, saat suami memelukku selalu, sebelum berangkat kerja, saat suamiku mengucapkan terima kasih atas lelahku mengurusnya dan anaknya, atas senyum bahagia yang selalu dipakai istrinya ini saat menyambut kepulangannya dari kantor. Sederhana.

Bahagiaku itu adalah, saat menghabiskan waktu bertiga dengan anakku dan Popinya, dimana pun, bagaimanapun, dan seberapa lama pun.Sederhana

Bahagiaku itu sederhana  dan selalu ada. Maka nikmat Tuhan.yang mana lagi yang akan ku ingkari?#semoga selalu qanaah, aamiin

#senin pertama di bulan Maret, mendung

Leave a comment »

Craft Day #sekolahbumomi @Preschool Home School : Track Kereta Api

image

image

image

image

image

Leave a comment »

Cemilan : Gemblong a.k.a Getas

Ini favorit! Dulu mama suka bikin.Kalo beli kue tradisional di pasar, kue ini wajib ada dalam kresek belanja, selain kue lupis.Manis, legit,gurih,berpadu jadi satu.

Nyoba bikin sendiri, eh ternyata lebih enaak, lebih empuk, lebih gurih dan lebih higienis tentunya. Bahannya murah, bikinnya simple, bikin 8 biji langsung habis berdua Mimi Iis :-D

BAHAN :
100gram tepung ketan
100gram kelapa parut halus
setengah sendok teh garam
Santan kelapa kira2 50 mili, tergantung tingkat kepadatan adonan

Untuk baluran :
Gula merah 150 gram
Gula pasir 2 sendok makan
sejumput garam
setengah gelas air

CARA :
Bikin dulu gemblongnya :
Campur rata semua bahan kering, tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga didapat adonan dengan tekstur yang bisa dipulung
Bentuk oval ,bulat ato lonjong, sesuai selera
Goreng dalam minyak banyak dan panas,api sedang cenderung kecil,

Jika sudah berwarna kecoklatan, angkat,tiriskan dengan tissue serap minyak.

Untuk Lapisan Gula :

Di wajan ato panci : didihkn air, masukkan gula merah yang disisir halus,aduk2 dan gunakan api kecil
Setelah mengental, tambah gula pasir, aduk2 hingga kental dan berambut.
Masukkan gemblong goreng, aduk, matikan api kompor, biarkan dinging

Catatan :

Saat menggoreng gemblong, agar matang sempurna, gunakan minyak yg banyak dan api sedang cenderung kecil.
Agar gorengan tidak menyerap banyak minyak, jangan dibalik hingga satu sisi matang.

Gula pelapis ,bisa pake gula pasir

image

image

image

image

image

Leave a comment »

Choco Lava Cake

Tadinya sempet ragu2 mau bikin cake satu ini, karna adonan belum mateng sempurna hingga didapat lelehan seolah2 lava.

Tapi karna lagi pengen banget makan yang nyoklat ditengah cuaca yang mulai terik, disamping proses bikinnya yang gampang banget, wokelah, dieksekusi,dikit aja,bikin 6 cup kecil2.

Agar teteup nyaman makannya,resep dari fanpage Recipes by Rina, ini saya sedikit modifikasi dimana, telur saya tim bersama coklat dan margarine  dan saya cuma pake kuning teurnya aja ;-)

Prosesnya cepet banget, ngga ribet , ngga pake mixer,ngga perlu ngeluarin otang dari lemari, dengan rasa yang okey dokey banget menurut penggemar coklat :-D

Ini resep versi saya :
150gram dark cooking chocolate
5 sendok makan margarine
1 sendok makan coklat bubuk

Dengan cara di tim :
Lelehkan coklat dan margarine, lalu aduk juga coklat bubuk ke dalamnya

Masukkan 3kuning telur yang sudah dikocok rata dengan sejumput garam pake whisk aja, aduk rata.

Angkat adonan.
Setelah agak dingin, masukkan 6 sendok makan tepung terigu, aduk secukupnya, jangan kebanyakan

Tuang ke dalam cup2 kecil yang sudah dioles margarine, kukus kurang lebih 5-6menit.

Yang saya kayanya kelamaan.ngukus karna nyambil cuci piring hehehe, jadi lavanya agak kental sih, tapi masih berbentuk lava kook, dan enaak

Dimakan pake es krim vanilla.akan lebih enak kali ya, kalo saya ,dihidangkan bareng teh tawar, hmmm

image

image

image

Leave a comment »

Abi : Pake Jilbab ajaa

Hari ini, saat istirahat siang, saya melipir di page salah seorang chef sexy,mau nyari resep berbahan ayam dan di page itu ada foto cantiknya.

Saat Abi curi2 pandangan ke layar, saya perlihatkan dan tanya, “cantik ya?”, dia malu2 gitu  , karna selalu dikasih tau,laki2 itu harus jaga pandangan,malu kalo ngeliat perempuan, apalagi auratnya. “iya, cantik”, katanya lagi.

“Momi gini aja yaa,biar cantik” kata saya

Abi diam,lalu dia bilang “jangan ah mom, pake jilbab aja,malu, aurat momi nanti keliatan”

#2months to 4 year Abi, semoga semakin bertambah umur,Abi bertambah shaleh ya, Nak, aamiin

Leave a comment »

Preschool Homeschooling, #sekolahbumomi : Counting 11-20 by Matching the Numbers of Things

Bulan Januari kemaren, “target” #sekolahbumomi adalah hitungan 10-20, dan Alhamdulillah tercapai.

Metode yang dipake masih lewat games, bukan metode class teaching ato memorizing, ngga berlaku kayanya buat Abi.

image

image

image

image

Saya jejerkan 10 piring bahan steoform, sebar kertas kecil bertuliskan angka 11-20 yang diacak,lalu geletakkan beberapa benda bebas yang jumlahnya disamakan untuk tiap angka.

Misal, saya pake dyed macaroni, saya siapkan 20biji, saya letakkan paper cup kecil sejumlah 18 buah, stick popsicle 19 buah,dll.

Lalu, Abi yang menyusun urutan angka dan memposisikannya di masing2 piring, berurutan dari 11 s.d 20

Selanjutnya, Abi akan mengisi masing2 piring berangka itu dengan benda2 yang udah disiapkan dan dia menghitung jumlah tiap benda dibantu momi if there be any missing numbers.Jika udah selesai ngitung, Abi meletakkannya di piring dengan angka yang sesuai

Leave a comment »

#Sekolahbumomi – Preschool HS : Melukis di Es

Hmm..lebih tepat namanya bermain dengan warna cat, kali ya, karna basah ketemu basah sih  hehehe.

Lagipula,media es batu yang saya pakai kayanya kurang lebar untuk Abi saya pake piring makan , harusnya pake loyang bolu gulung yang lebaar kali ya.

Semuanya bikin sendiri, dipersiapkan 1 hari sebelumnya untuk ngebekuin es batunya. Bekukan air di media yang cukup lebar agar anak agak leluasa berkreasi di atas es , naaah, agar didapat warna es yang putih banget, bukan bening,tambahkan soda kue.Iyes,saya ini selalu beli pewarna makanan, soda kue, garam kasar, bukan buat diolah jadi makanan, melainkan untuk kreasi bareng Abi hehehe.

Untuk 1 piring air saya tambahkan 3 sendok teh baking soda. Saat belum membeku memang tidak ada perubahan selain gelembung2 udara, tapiiii…begitu jadi es, warna nya putih pucat,cocok lah untuk dicoret2.

Pewarnanya juga bikin sendiri aja, dari tepung maizena, garam, gula dan  pewarna makanan.

Istimewanya,setelah dipenuhi warna, si media es ini bisa dicuci, untuk lalu dipake ulang, berulang2 sampe es nya habis meleleh ato sampe anaknya bosen hehehe

image

image

image

image

Leave a comment »

Snack Sore : Cireng Garing

Sore2, hujan, rasanya selalu bawaan laper, sekalian sambil mikir, snack sore apa yang disajiin unuk Popi sore ini.Kemaren Minggu udah bikin bala2 pisang, kemaren ubi jalar goreng, tadinya hari ini mau menthawing stock Panada beku dari freezer, tapi ahhh, sekalian manfaatin stock oncom pedes sisa isian bikin combro minggu kemaren.Jadilah akhirnya kepikiran bikin cireng renyah walo minus bumbu rujaknya karna udah kesorean, ngga akan sempet. #padahalmales

Hasilnya emang garing di luar, kenyal kenyol didalem. Saya bikin dua versi, ada yang pake isian combro dan ada yang polos.Enaaak, popi suka.

BAHAN
Tepung tapioka ato aci ato sagu, 200gram
Aci 50 gram untuk baluran tangan saat ngebentuk
Air mateng 200mili
Santan Kara instan size kecil 1bungkus
daun bawang 1 batang iris halus,
Bawang putih 2 siung, haluskan
Merica, gula, garam, secukupnya

CARA :
Didihkan air, masukkan santan,  aduk2
Di mangkuk terpisah, masukkan irisan daun bawang ke dalam tepung, juga bumbu2 lainnya, aduk rata
Tuangkan air santan ke dalamnya, aduk rata
Bentuk dan beri isian sesuai selera, hati2 adonan panas, baluri tangan dan cireng dengan tepung aci.

Untuk mendapatkan tekstur cireng yang renyah garing, bikin adonan setipis dan selebar mungkin, goreng dalam minyak panas, disantap hangat tanpa cocolan pun enak, terutama yang isi combro pedas ;-)

image

image

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 32 other followers