Riniivan's Blog

Something about my life

Idul Adha kali ini

Tahun ini di saat Idul Adha, untuk pertama kalinya mata ini sering basah.Basah bukan hanya karena merindu orang tua ,basah bukan hanya karena tidak bisa pulang kampung, melainkan basah merindukan ka’bah.Basah karena rindu tingkat tinggi ingin menunaikan rukun Islam kelima.

Apalah kami ini, umroh pun belum pernah, mau merindukan pergi haji yang kuotanya sangat terbatas dan masa penantian mencapai sepuluh tahun? Tapi hati ini rindu! sangat ingin.

Bismillaah, dengan niat semata karena Allah, Sami’na wa ato’ na,mari semakin luruskan niat, mari seriusi kerinduab, mari mencoba taat, mari terus berusaha dan berpinta.Tak ada yang tak mungkin bagi ALLAH jika itu memang kehendaknya.

Mulai sekarang, serius sisihkan dana agar cepat tercapai angka minimum penyetoran untuk dapat kuota.Sementara, kami saja dulu berdua,insyaAllah kalo ada rejekinya, baru Abi pun akan dibukakan tabungan nya. Bismillaah

Leave a comment »

HOME

Home is where I belong to!

Kemaren kakek dan nenek nya Abi udqh balik ke Palembang, setelah 1 bulan lebih ada di sini, kalo ngga di rumah, ya di rumah ade di daerah Pamulang.
Sedih? tak terdeskripsi, bukan cuma sedih, juga rasa khawatir, nelongso, tak berdaya, ngga enak hati, udah tercampur aduk ngga jelas sejak seminggu yang lalu, saat tiket beliau udah dibeli oleh ade.

Bangun tidur fajar ini pun, hati masih nyeri banget, sehingga mata yang udah sembab ini kembali basah. Seperti Popi bilang, mereka baik2 saja, bahagia karena memiliki anak2 yang baik dan menyayangi mereka, tapi teteep aja rasanya mbrebes di hati.

Saya yang merupakan putri tertua, adalah salah satu saksi hidup perjuangan jungkir balik mereka membesarkan kami dengan tidak mudah, hanya mereka berdua, berjibaku jatuh bangun. Saya yang merupakan putri tertua mereka,adalah salah satu yang sering menangis di balik bantal saat malam tiba, menyaksikan ketabahan dan pengorbanan mereka membesarkan kami. Yang membuat nyeri adalah, setelah mereka “berhasil” , hasil yang mereka usahakan jumpalitan itu pergi, mengikuti imam2 masing2, meninggalkan mereka yang lelah dan menua. Tak usahlah berkata bahwa mereka ikhlas, bahwa mereka tenang. Tentu mereka lebih dari ikhlas, tentu mereka lebih dari bahagia sekarang melihat dan medoakan anak cucunya dengan jarak membentang. Tapi ini soal perasaan anak perempuan kepada orang tua nya.

Tak ada anak yang tak ingin berbakti, tak ada anak yang tak ingin mendampingi dan menjaga langsung orang tua nya disaat badan mereka mulai merenta. Tak ada anak yang tak ingin setiap saat bisa bertemu malaikat dunia nya. Sementara si anak perempuan sedari kecil dididik untuk menjunjung tinggi suami nya,saat sedari awal si anak perempuan ditanamkan prinsip pengabdian pada suami. Jangankan soal karir yang nomer sekian belas, orang tua yang sejujurnya di hati si anak ini menempati urutan terpenting pun, harus digeser kepentingannya, menyusul kepentingan suami dan anak.

Mata ini basah,hati ini lebih basah, khawatir, merindu, pada mereka. Bahu dan pelukan Popi pun berkali2 harus basah.Tanpa kalimat, tanpa janji lebay, hanya usapan tegas namun lembut di kepala dan punggung saya, dan itu sudah sangat menegaskan saya, bahwa semua akan baik2 saja, dalam penjagaan Allah. Home is not where you are from. It is where You belong. I belong and am devoted to my Imam, my Home. But i will always bring my parents along with me ,to home

Semoga bukan hanya janji sementara, bahwa kami akan berusaha selalu membahagiakan kedua pasang orang tua kami, di masa renta mereka setelah selalu dan selalu berjuang untuk kami,anak2nya.

image

Leave a comment »

Hidup Bermanfaat

Bawalah kebahagiaan untuk siapa pun. Berilah manfaat kepada sesama. Jagalah lisan dari mengeluh dan mencela.

Jikapun belum bisa membahagiakan orang lain,minimal jangan membuat mereka sedih dan luka.

Jika belum mampu menjadi manfaat bagi orang lain,minimal jangan menyusahkan mereka.

Jika lisan ini gatal mengeluh dan mencela, lihat ke dalam hati kita, apakah sudah mendekati sempurna? Apakah sudah ada jaminan surga? Jika jawabannya belum, telan semua keluh dan cela itu.

Ikhlas adalah kunci kekuatan,ketenangan dan kunci bahagia,melalui proses sabar dan qanaah. Jangan tunggu nanti nanti untuk berada di jalan itu,karna umur, ajal ,takkan pernah kompromi dan menunggu kita siap.

#musabahah diri #self reminder #ibroh dalam hidup

Leave a comment »

Rejeki Ngga akan Kemana, Yakin dech ^_^

Pas sahur malem kemaren, ngobrol sama Popi, tentang usia utamanya. Pemikiran kami sama, usia udah mau ( insyaAllah ) 40 tahun ini, udah harus mulai mengurangi orientasi pada dunia dan sebisa mungkin hidup memberi manfaat seluas2 nya untuk sekitar dan sesama. Sudah harus wajib,kudu, urgently required, untuk nambah perbekalan safar balik ke rumah sesungguhnya, ngga bisa ditunda2 lagi.
Termasuk lah soal materi, makin tua,Insyaallah sebisa mungkin makin sedikit keinginan, makin sadar bahwa rejeki udah ada bagiannya, termasuk rejeki untuk anak. Naah, ngomongin rejeki, mulai ba’da Dzuhur kemaren, saya bikin selai nanas untuk persiapan bikin nastar request Popi, setelah diblender, berjam2 saya menyaring air nanas setetes demi setetes, sehingga terkumpul 1 panci sedang dari 5 buah nanas ukuran sedang.Iyaa  , saya penggemear berat selai nanas dan sirup nanas. Si air sari nanas ini saya rebus bareng gula dan sejumput garam,sementara dagingnya saya olah jadi selai. Mendidih, sirup siap dituang, ndilala, karna ngga banyak mikir ,si sirup tadi langsung aja panas2 saya tuang ke dalam botol lock n lock, yang ternyata ngga kuat nahan panas, dia meleyot.Sigap dan segera saya ke lemari mau ngambil botol kaca, dan terdengar letusan serta semburan air. Subhanalaah itu sirup nanas idaman saya tumpah memenuhi lantai dapur, lengket, wangi nanas daan menyedihkan.

Sambil ngepel dan bersih2 dapur dari kelengketan tumpahan sirup, saya kok ya terngiang kembali obrolan dengan Popi saat sahur, tentang rizki, tentang kecintaan terhadap dunia, tentang materi. Lah baru keilangan sebotol 1.2 liter sirup nanas aja saya udah kecewa, kok ya ngaku2 mau beriman dan fokus pada perbekalan safar? Sembari ngepel, mata saya basah,sedih bukan karena hilangnya sirup nanas kesukaan, melainkan sedih melihat kondisi diri ini ,semoga bisa selalu bersegera memperbaiki kualitas iman dan diri,aamiin

1 Comment »

Pie Aneka Isi

Kemaren bikin pie untuk sajian buka puasa.Karna popi suka coklat dan saya engga begitu,maka dibikin varian berbeda untuk selera masing ^_^.

Dan kebetulan di kulkas masih ada isian daging cincang waktu bikin panada, maka sata tambah 1 varian selain coklat dan selai nanas ,yakni isi daging, yang ternyata enaak.

Jadilah kemaren, berbuka dengan jus oatmeal pisang kacang susu untuk saya dan yangpa,serta jus rutin sayuran (pakcoy,brokoli ,nenas ) untuk Popi, serta pie isian coklat,selai nanas dan daging ( total cuma bikin 8 buah ), serta siomaiyo kiriman Aki dan Nteu Wilna nya Abi dariBandung, Alhamdulillaah

image

image

image

Leave a comment »

Ibrah

Alhamdulillah, mulai masuk minggu kedua Ramadhan, semoga semua umat Islam dilancarkan untuk menambah ibadah dan ketakwaan kepada Allah mulai bulan ramadhan tahun ini dan bulan2 seterusnya, semoga diterima segala amalan yang diniatkan semata2 karena Allah dengan ganjaran rahmat dan pahala yang berlipat2,Aamiin Allahumma Aamin

Satu hal yang tercatat di benak, dalam hidup saya, akan selalu ada aneka peristiwa,baik yang menyenangkan ,menenangkan juga menyedihkan,menyakitkan. Hendaklah kita selalu bisa mengambil ibrah dari setiap kejadian, minimal, bisa semakin memperbaiki diri. Sinisme dari orang lain? biarkan saja lah, tak perlu bereaksi, apapun itu, adalah urusan kita denga  Allah, jadi biarlah cukup luruskan niat, luruskan niat,semata untuk menggapai ridho Allah.

Selalu lah belajar, dari siapapun. Disakiti? belajar, ambil ibrah nya.Dapat karunia dan nikmat? ambil ibrahnya.Teruslah perbaiki diri sendiri,karena kelak, hanya amalan2 yang diniatkan untuk ALLAH sajalah yang bisa membantu kita, syukur2 doa anak2 kita yang shaleh (aamiin ) bisa juga menjadi penolong,aamiin

Leave a comment »

Bekel Popi Ke Kantor ^_^

Sekarang Paksu kalo sarapan pun dibekel, ngejer waktu soalnya.Masyaallah Alhamdulillah, sekarang selalu sholat 5 waktu ( diusahain maksimal oleh beliau ) di masjid, termasuk sholat subuh, sementara paling telat jam 5:30 pagi udah harus jalan ke kantor, jadi sepulang subuhan,beliau hanya makan telor setengah mateng plus minum hangat apakah teh atau jahe. Sarapannya dibekel dech, makan di kantor😀

Alhamdulillah jadi lebih terjaga stamina beliau, kalopun tak terhindarkan kena flu, ngga lama, paling 3harian terus udah sembuh lagi.Semoga Allah menjaga Popi senantiasa ya Pop, merahmati dan meridhoi Popi selalu,aamiin

Jadi yang dibawa lumayan banyak hehe menuh2in tas dech, mulai sarapan nasi jumlah sedikit, makan siang, cemilan sore dan emping atau buah2an.

image

image

Leave a comment »

Abi yang Masyaallah Alhamdulillah Jarang Sakit

Abi itu mungkin kalo diingat2, kena flu cuma 1-2 tahun sekali, dan itupun tanpa lama atau panas tinggi berlebih, biasaya cuma 2 hari.Masyaallah, Alhamdulillah syukur kepada Allah semoga sehat terus ya,Nak.

Badannya sih ngga gede, langsing malahan , tapi imunnya Alhamdulillah termasuk bagus ( segala puji bagi Allah ).
Kaya long weekend kemaren, Jumat pagi saat bangun tidur, dia minta minum dan bilang bahwa lidah nya sakit dan kalo nelen pedih. Siangnya, idungnya mulai basah,bersin2 dan badan agak hangat.

Seperti biasa, kami kasih jelly gamat, juga minumnya dibanyakin yang biar ngga kembung, kami ganti isi jar nya yang kapasitas 1liter dengan air berporopolis dan 1 jar lagi kapasitas 500mili kami isi aer kelapa ijo plus jeruk peras, sering diingetin untuk diminum. Abi mah dari dia bayi ,ngga pernah bisa minum obat, jangankan obat dokter, tempra pun pasti muntahin lagi.Alhamdulillah belum pernah minum antibiotik, kalo flu ngga pefnah sampe dinobu ( diuap ), semua diusahain pake cara alami.

Saat dia demam,banyak saya kasih sayur dan buah orange dan merah, juga kalo dia lagi mau, saya suapin aer perasan kunyit plus madu sekitar 1 sendok makan. Air minumnya ditetesin sedikit propolis, gamat porsi rutin aja ngga ditambah,dan aer kelapa ijo plus madu ato jeruk manis peras.Syukur pada Allah,kalo lagi ngga enak badan pun,makannya masih bagus,biasanya selingannya saya kasih bubur roti susu keju dan potongan buah, ato rujak serut, ato jus, pokoknya yang bisa bantu ngebooster imunnya gitu.Maen pun tetep, ngga pake stop😀

Alhamdulillah ,biasanya ngga sampe parah flu nya, langsung kering.

Nah,di beberapa kasus yg agak serius, misalnya ortunya kena sakit agak2 diluar kebiasaan, atas saran dokter, Abi kami kasih imun booster yang ngga alami sebagai tambahan ( saya dan Popi sih tetep lebih percaya cara alami lewat makanan ya ),walo harus telaten.
Dokter ngasih tau pake *sop**nosin , daan ampuh! Itu bukan antibiotik melainkan booster untuk imun tubuh mengaktifkan dirinya melawan virus yang menyerang.

Orang dewasa pun dianjurkan minum agar imun bekerja maksimal, tapi emang ,dipakenya hanya pada kondisi darurat, misal, lagi ada wabah sementara kondisi badan kurang fit, ato saat kita berpergian di saat kondisi agak2 drop, barulah minum itu.

Harapan kami, semoga Abi selalu sehat,ceria, bahagia. Ngga masalah sama sekali kook kalo sampe umurnya udah 5 tahun lewat tapi masih cuma mau makan masakan mominya, ngga malu2in kok kalo sampe sekarang Abi ngga kenal jajan, ngga berkurang kerennya kalo Abi hampir ngga pernah makan makanan berkimia termasuk pewarna walopun food grade, ngga papa Nak, sesiapnya Abi aja.

Sesekali, kami tawarin kok aneka jajanan ,dan dia masih nolak.Cemilan non home made Abi saat ini mazihlah biskuit marie regal. Es krim? dikasih yang Pabrikan kaya waalls, tapi Abinya ngga gitu doyan. Doi lebih suka es krim sederhana bikinan mominya .Coklat? Abi lebih demen yang dark, kadar 80%an, pahit dech buat lidah mominya.

Kacang? sesekali makan yang roasted,tanpa kulit, yang dioven sendiri oleh mominya. Permen? enggak lah, ngga ada enaknya.Kue2 pasar ato bakery? Abi belum doyan, jangan kan kue2 beli, yang bikinan neneknya pun dia masih ogah.Jadi, kalo saya selalu ngebekel makanan homemade kemana2,bukan untuk gaya2an,melainkan agar anak ngga kelaparan.Repot? ngga juga, seneng malah.

Semoga sehat terus ya Nak,selama momi bisa dan Abinya mau, tentu momi ngga pernah keberatan sama sekali kook

Leave a comment »

RUJAK SERUT, Gampang, Segar, Murah

Nyenengin dan nyari ridho suami itu banyak jalannya,bisa lewat patuh, tampil menyenangkan mata nya,bicara menyejukkan hati dan menyemangatinya,ato lewat perut😀

Paksu saya doyan banget rendang, gulai dan makananan olahan daging, maka saya tak kenal lelah belajar bikin rendang sampe dirasa kualitasnya oke banget menurut beliau.

Nah, mumpung long wiken, dan Paksu sangat suka rujak bebeg atau rujak serut khas Bandung. Kebetulan kemaren beliin pepaya buat Abi, ndilala masih mangkel ,keras dan muda, jadi sekalian ke pasar nyari kelapa muda untuk Abi, saya beli nanas,kedondong, bengkoang dan dapet bonus mangga pelem dari Bapak penjual yang walo saya maksa2, beliau ogah dibayar #Alhamdulillah

Malem2 sempet2in bbm sepupu yang jago bikin rujak ini, nanya resep. Jam 9 malem dieksekusi dech jadi nanti pulang Dzuhur dari masjid, setelah makan siang, Paksu bisa menikmati segelas rujak segar ini.Sengaja saya ngga pakein cabe, siapa tau ABI mau ikutan makan😉 dan ternyata Abi doyan banget! cuma sehari doang , abisbdech rujak 1 mangkok besaaar😀

BAHAN :
Semua buah, setelah dicuci bersih, diparut pake parutan pepaya.

Buahnya pun bebas pake apa aja yg ada, asal yang seger dan beraer, asem manis dicampur aja.

Pepaya mengkal 1 buah ukuran kecil
1buah bengkoang
1 buah nanas
3buah mangga pelem ( mangga muda )
5buah kedondong
1/2 kilo jeruk peras, ambil airnya
Gula sesuai selera manis
Sedikit garam
Sedikit cabe merah buang biji, iris tipis ( saya skip, karna Abi dan Paksu ngga suka pedas )

CARA :
Cuci bersih buah2an, parut ( kecuali jeruk ) sisihkan

Masak gula bersama sedikit air ,setelah agak dingin, masukkan buah parut, garam, dan air perasan jeruk, aduk rata, koreksi rasa.

Dinginkan , simpan dalam kulkas ,sajikan dingin.Seger banget! Dalam sehari langsung abis donng dan the boys request lagi, jadi besoknya bikin double dech, biar puas😀

image

Leave a comment »

Sakit Campak Pada Dewasa

Kemaren barusan posting tentang saya yang sakit saat Paksu lagi jauh dari rumah alias lagi dines, tadi doong,Alhamdulillah berhasil ke dokter tanpa drama dari Abi😀

Ternyata ya sodari sodari, saya bukan kena alergi, bukan pula keracunan kopi😀 , melainkan saya kena campak.

Kok bisa? padahal waktu kecil udah pernah kena? yaa, namanya juga virus ya. Kok ngga demam? Ada campak Jerman,yang ngga pake demam. Campak itu ngga ada obatnya, cuma ngandelin kekebalan dan imun tubuh aja, karna virus, dilawan oleh antibody kita.

Gejalanya apa sih? Begini sepengalaman saya :
Hari pertama dan kedua, muncul ruam2 merah di sekitar leher, lalu naik ke muka.Aduh ya, Subhanallah tampilan muka saya bengap,bengkak merah2 gatal , sampe2 ngga tega mau ngebersihin pake pembersih muka ato ngolesin aer fte sk2 kaya rutinitas biasanya.

Hari ketiga, si ruam ini menyebar ke seluruh tubuh, gatal, perih panas, lalu barulah si demam tinggi muncul di hari ini. Badan panas, mual, pusing tingkat tinggi yang kalo kita sholat pun rasanya antara mau roboh dan mau muntah .

Nah parahnya lagi ( Subhanallaah ya, cobaan ) setelah minum obat yang dikasih dokter, berupa obat demam, flu dan gatal, bukannya membaik, badan saya malah menggelembung, bengkak,  sangat bengkak sampe sampe mata saya menghilang, kaki saya ngga masuk ke sendal dapur yang biasanya kegedean ( sandal bekas hotel gitu ), dahsyat bangeeet, ditambah lagi kalo bengkak gitu kan rasa kebas ya, kaki rasa ngga napak, tangan rasanya ngga bisa ngejangkau benda2 dengan maksimal. Disini rasanya saya agak2 sedih. Alhamdulillah syukur, ada mimi Iis yang nemenin kaka Abi, seenggaknya Abi ngga begitu sendirian kan ya, walo kalo untuk makan, kami terpaksa pake layanan go food by gojek. Biasanya di kondisi begini, nasi padang selalu jadi pilihan, biar bisa masuk😀 ditutup dengan rujak buah siantar yang terkenal ueannaak itu.

Hari ke 4, demam masih tinggi, disertai kembali badan muncul ruam2 gatal dan panas, lalu berikutnya mulai dech cooling down, walo bercak2 merah masih memenuhi seluruh bagian tubuh.

Asli dech  , saya banyakan terkapar daripada berdaya nya, Subhanaallaah banget ya, yang namanya sakit, jauh dari suami, jauh dari siapa2😥 Sengaja sih  , saya buka tipe yang suka ato bisa mengumbar masalah ato sakit ke orang lain,  jadi ngga cerita2 ke ortu2, khawatir malah bikin mereka repot. Biasanya mah kalo  udah sehat ato kalo masalah udah teratasi, barulah saya mengupdate mereka. Kita ini hidup, kalo belum bisa nyenengin orang lain, yah minimal jangan nyusahin lah ya😉

Naaah, Masyaallah mau tau yang hebat? Saat ini Paksu dalam perjalanan pulang, iyaaa, pulang dari perjalanan dinas beliau ke Italy #jogetjoget dan kekuatan saya seolah balik. Tadi subuh saat abis sholat, badan saya jauh sangat amat segar.Saya beberes dapur, saya nengokin isi kulkas yang sempat beberapa hari saya terlantarkan, dan saya mulai mau masak buat ABI dan Paksu.Udah lama Paksu  kepingin makan nasi kebuli, okaay, akan saya bikinin , kebetulan masih ada rendang, saya tinggal bikin gule daging sapi cincang dan sambel nanas syukur2 sempet bikin malbi ayam😀

Belahan jiwa saya segera pulang, dan semangat saya, tenaga saya, kekuatan saya pun seolah berangsur pulih.Owiya, popi juga akhirnya berkesimpulan, Kondisi istrinya selalu melemah setiap saat ditinggal pergi agak lama ( baca maksimal seminggu ) oleh beliau😀 Sedih sih, tapi ya mau gimana lagi, emang begitu kondisinya.Setiap beliau dines lama  pasti sayanya sakit.Jadi kalo kelak Paksu dapet giliran short course 3bulanan, kayanya kami bakalan ikut dech, ngontrak rumah petakbjuga ngga papa,asal deket2, asal ngumpul😀

Leave a comment »