Riniivan's Blog

Something about my life

RESEP : MAKARONI SCHOTEL

Sebenernya, suamiku gak doyan banget sama makanan ini, tapi aku penasaran banget pengen nyoba bikin. Tester nya tho bisa tetangga ato temen2 kantor 🙂 resepnya dicontek dari website cakefever, thanks to the writter yah…

BAHAN :

Keju  180 gram , dipotong kotak2

keju 100 gram,diparut

Daging giling : 200 gram

Susu cair : 600 liter

Makroni : 1 bungkus +/- 200 gram

lada dan pala, secukupnya, Pala ya agar lebih wangi, aku pake pala bulat dan aku parut

Margarine utk menumis

Bawang bombay : 1 buah, iris halus

Bawang putih 5 siung, digeprak

Maizena 2 sendok makan —> agar mengikat adonan

Telur  : 4 butir

Untuk Topping ( biar rasa lebih gurih )

BAHAN:

Susu cair : 250 ml

keju parut : 100gram

Margarine : 1 sendok makan

Terigu : 1 sendok makan

lada  secukupnya

garam sedikit saja

CARA MEMBUAT MAKARONI :

Siapkan Makaroninya :

Didihkan Air, masukkan makaroni + minyak zaitun agar makaroni tidak lengket, jangan rebus terlalu lama, cukup 3/4 matang, tiriskan

Siapkan Adonan Susunya :

Campur rata : 600ml susu cair + telur+ tepung maizena

Tumis : Bawang Bombai + Bawang putih hingga harum

Masukkan daging giling, aduk2 rata hingga harum

Masukkan makaroni + adonan susu—-> aduk rata  k

Masukkan keju yang dipotong kotak2 + separuh keju parut

Tambahkan lada halus dan merica —> utk ukurannya, cicipi aja dan sesuaikan dengan selera

Aduk2 rata

Siapkan loyang pyrex yang telah disemir margarin

Masukkan adonan makaroni tadi

Kukus sebentar saja untuk lebih mematangkan makaroni nya

Sementara itu, siapkan toping :

Campur semua bahan —-> masak di api kecil hingga semua bahan merata dan mengental

Angkat Makaroni kukus tadi , siram dengan larutan topping, oven jangan terlalu lama

TIPS :

Topping ini membuat rasa makaroni lebih cheesy dan gurih

Pada saat mengukus, tutup kukusan dibungkus dengan kain agar makaroni tidak terkena tetesan uap air

Perhatikan lama pengukusan dan pengovenan, semakin lama akan membuat tekstur makaroni makin keras

Jika ingin lebih cheesy, gunakan keju  edam

Sajikan hangat dengan saus sambal botol

Besoknya dibawa ke  kantor buat sarapan bareng temen2, komentar Ida, Nana dan Stefanus: “Yummy banget Rin, so Cheessy ” Malahan Nana yang statusnya Bumil , minta dibawain lagi hehehehehe

Advertisements
3 Comments »

AYAM BAKAR SUIR

Resepnya dicontek dari acaranya Farah Quinn , Ala Chef
As usual, she ‘s always inspiring me, dunno why, but i like her 🙂
Bahan :
Dada Ayam tanpa tulang : 300gram
Daun salam : 3 lembar
Batang serai : 1
Jeruk limau

BAHAN DIHALUSKAN :
bawang putih : 5 siung
Bawang merah : 4 siung
Kunyit sejari kelingking
Kencur : sejari kelingking
Lengkuas
Cabai merah : sesuai selera

Untuk Sambal nya :
Terasi sekuku jari
Bawang merah : 5 siung, iris
Bawang Putih : 5 siung , iris
Cabai keriting : 5 buah
Garam secukupnya
Lada halus secukupnya

CARA MEMBUAT :
Lumuri Ayam dengan Bahan yang tadi dihaluskan sampai merata dan lumuri dengan air perasan jeruk limau—-> diamkan sampai meresap kira2 30 menit, dengan menggunakan pirex, oven di suhu 180o C

Sambil menunggu ayam matang, siapkan bahan untuk sambalnya :
Goreng semua bahan sambal, siapkan mangkuk besar —> masukkan dan aduk rata bahan sambal yang telah digoreng

Ayam yang telah matang , setelah agak dingin, suir2, masukkan ke mangkuk sambal tadi —> aduk2 rata, siap disajikan

Rasanya, hmmm, selamat mencoba aja deh 🙂

Leave a comment »

TONGSENG AYAM

BAHAN DIHALUSKAN:

Bawang Putih 5 siung

Bawang Merah 5 siung

Cabai merah 3 biji

Kunyit dibakar : 2 cm

Jinten 1/2 sendok teh

Kapulaga: 2 buah

Garam secukupnya

BAHAN:

Ayam kampung 500 grm—-> potong 8 bagian

Santan encer :250ml

Air kaldu daging : 200ml

Kecap manis : 3 sendok makan

Kecap Asin : 2 sendok Makan

Daun salam : 3 lembar

Daun jeruk purut : 3 lembar

Lengkuas : 3cm

1 batang serai

Merica halus secukupnya

Garam secukupnya

Gula merah diarajang : 1 sendok makan

Tomat 1 buah –> diiris

CARA MEMBUAT :

Tumis : Bahan yang dihaluskan + daun salam + daun jeruk purut + lengkuas + batang serai sampai wangi

Masukkan potongan ayam, kecap manis + kecap asin—-> masak sampai ayam berubah warna

Masukkan Air kaldu + garam  + merica secukupnya —–> masak sampai mendidih

Masukkan santan dan irisan tomat—–> masak sampai meresap

Siap disajikan

Rasanya spicy banget cocok buat lauk saat musim hujan

Suami?? Pastinya suka, karna Beliau  penyantap hidangan berbumbu spicy 😛

Leave a comment »

Resep : PUDING ZEBRA

Puding tuh cocok banget disantap dimusim panas dan Papah mertua aku itu sukaaaaa banget sama puding hmmm karna adem kali ya

Nah kebetulan, waktu aku masih single dulu, mamahku sering banget bikin puding ini sampe2 aku  hafal banget lah..

Udah Bahannya murah, bikinnya guampanggggg

Bahan:

Agar2 bening : 2 bungkus

1 kaleng susu kental manis

4 sendok makan gula pasir

2 sendok makan terigu

6 gelas air

3 butir telur

3 sendok makan margarin

setengah sendok teh vanilla

Coklat bubuk atau essence coklat, Aku pake Van Houten bubuk   karna lebih wangi

Cara membuat :

Aduk dipanci , semua bahan

Jerangkan panci diatas kompor dengan api sedang, aduk2 jangan sampe menggumpal

Setelah mendidih, adonan dibagi 2, yang 1/2 biarkan putih

yang 1/2 lagi, diaduk dengan coklat bubuk hingga tercampur rata

Siapkan loyang, tengah2 loyang tsb letakkan gelas yang pemukaannya rata dalam kondisi terbalik

Tulangkan selapis demi selapis adonan coklat dan putih bergantian sampai habis

Disajikan dingin lebih nikmat 😛

Leave a comment »

Kisah Inspiratif :

Cerita Sepotong Kue

Di copy Dari :http://www.googlebottle.com/kisah-inspirasional/

 

Written by admin on Oct 12th, 2008 | Filed under: Kisah Inspirasional

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam.Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya.

Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: “Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!”.

Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua.

Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”. Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan.

Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih”. Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.

Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya!!! Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati.

Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih. Dan dialah pencuri kue itu!

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.
Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengankacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah
Orang lainlah yang patut disingkirkan
Orang lainlah yang tak tahu diri
Orang lainlah yang berdosa
Orang lainlah yang selalu bikin masalah
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran

Padahal…

Kita sendiri yang mencuri kue tadi
Kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.

Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain. Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya

Leave a comment »

Kisah Inspiratif :

Perbuatan Baik Akan Kembali Kepada Kita Lagi

Dicopy dari web site :http://www.kisahinspiratif.com

Written by admin on Dec 16th, 2009 | Filed under: Kisah Inspirasional

Dengan perlahan-lahan orang itu memandang ke atas. Tampak olehnya seorang wanita yang pasti biasa hidup mewah. Mantel bulunya tampak baru.

Kelihatan dia seperti seorang yang tidak pernah kelaparan seumur hidupnya. Sekilas pada benaknya dia terpikir bahwa tentu wanita itu akan mengolok-olok kepadanya seperti yang sering dilakukan banyak mereka sebelumnya.

“Tinggalkan aku sendirian,” gumamnya dengan marah… Tapi dia merasa heran karena wanita itu tetap berdiri disitu. Dia tersenyum – sehingga sebaris giginya yang putih rata tampak berkilauan.

“Apakah anda lapar?” dia bertanya.

“Tidak,” jawabnya dengan penuh ejekan. “Saya baru saja selesai makan malam dengan President USA … Nah, pergilah kesana.”

Senyuman dari wanita itu menjadi lebih lebar.

Tiba-tiba orang itu merasa tangan yang lemah lembut mencoba mengangkatnya untuk berdiri. “Nyonya, apa yang kau lakukan?” orang itu bertanya dengan marah. “Aku sudah bilang, biarkan aku sendirian.”

Pada saat itu seorang polisi mendekati. “Ada masalah apa, nyonya?” dia bertanya.

Tidak ada masalah sama sekali, pak,” jawab perempuan itu. “Saya hanya berusaha mengangkat orang ini berdiri pada kakinya. Bolehkah anda menolong saya?”

Polisi itu menggaruk-garuk kepalanya. “Itu adalah si Jack tua. Dia sudah beberapa tahun lamanya bergelandangan disini. Anda mau bikin apa kepadanya?”

“Anda lihat cafeteria itu disana?” dia bertanya. “Saya mau memberikan makanan kepadanya dan membawa dia menghindar dari hawa yang dingin ini untuk sebentar.”

“Apakah anda sudah gila, nyonya?” orang yang gelandangan itu menolak tanpa bergeming. “Aku tidak mau pergi kesana!” Pada saat itu merasakan tangan-tangan yang kuat memegang lengannya yang sebelah lagi dan mengangkat dia berdiri pada kakinya.

“Biarkan aku pergi, pak polisi. Aku tidak berbuat salah apa pun!”

“Ini adalah perbuatan baik untukmu, Jack,” jawab polisi itu. “Jangan sia-siakan itu, kawan.”

Akhirnya dan dengan susah payah, wanita dan polisi itu berhasil membawa Jack ke dalam cafetaria dan mendudukkan dia di samping meja yang berada di sudut. Hari sudah mulai larut, jadi kebanyakan orang yang makan pagi sudah pergi dan mereka langganan untuk makan siang masih belum tiba.

Manager cafeteria itu berjalan mendekati dan berdiri di samping meja itu.
“Ada apa ini, pak polisi?” dia bertanya.
“Apa artinya ini, apakah orang ini membuat masalah?”

Nyonya ini telah membawa orang ini untuk diberikan makan di sini,” jawab polisi itu.

“Tidak di tempat ini!” jawab manager itu dengan marah. “Membiarkan orang seperti ini berada disini akan membawa malapetaka kepada dagang kami.”

Jack tua tersenyum menyeringai dengan giginya yang ompong. “Kau lihat itu, nyonya. Saya kan sudah katakan. Nah, sekarang biarkanlah aku bergi. Saya memang dari semula tidak mau datang kemari.

Wanita itu berpaling kepada manager cafeteria itu sambil tersenyum. “Pak, kenalkah anda kepada Eddy and Associates, perusahaan perbankan yang ada di sudut jalan itu?”

“Tentu saja aku kenal mereka, setiap minggu mereka mengadakan pertemuan rutin mereka di salah satu ruangan pesta VIP ku untuk santap malam.

“Dan anda mendapat keuntungan yang lumayan menyediakan makanan untuk pertemuan mingguan ini?”

Apakah urusanmu dengan hal itu?”

“Saya, Pak, adalah Penelope Eddy, President dan CEO dari perusahaan itu.”

“Oh..”

Wanita itu tersenyum lagi. “Saya memang berpikir bahwa itu mungkin bisa membuat perubahan dalam sikap anda.”

Dia melirik kepada polisi yang sedang berusaha menyembunyikan tertawanya. “Pak polisi, apakah anda mau ikut serta dengan kami menikmati secangkir kopi dan sarapan?”

“Oh, tidak, terima kasih, nyonya,” jawab polisi itu. “Saya sedang dalam tugas.”

“Nah, kalau begitu, mungkin secangkir kopi untuk anda bawa pergi?” “Baiklah, nyonya.. Itu sangat baik, terima kasih.”

Manager cafeteria itu langsung berbalik dan berkata. “Saya akan mengambil kopinya untuk anda, pak polisi.”

Polisi itu memandang manager itu berjalan pergi. “Anda sudah menyadarkan dia akan posisinya dengan baik,” katanya.

Itu bukanlah tujuan saya sebenarnya. Tapi anda percaya atau tidak saya mempunyai alasan untuk melakukan semua ini.”

Dia duduk di pinggir meja di seberang tamunya yang melongo keheranan. Tamunya itu sekarang menerawang mukanya dengan penuh perhatian.

“Jack, apakah anda masih ingat kepada saya?”

Si Jack tua memandang wajah wanita itu dengan matanya yang mulai lamur dan berkaca-kaca dengan linangan air mata. “Saya rasa begitu, maksud saya, wajah anda memang kelihatan saya kenal.”

“Mungkin aku sekarang kelihatan lebih tua,” dia berkata. “Mungkin usiaku sudah lebih dari dua kali lipat sejak masa mudaku ketika engkau bekerja di sini, dan aku berjalan masuk melalui pintu, sedang kedinginan dan lapar.”

“Bagaimana, nyonya?” polisi itu bertanya keheranan. Dia tidak bisa percaya bahwa seorang wanita yang begitu cemerlang tampangnya pernah mengalami lapar…”

“Saya baru saja tamat dari Perguruan Tinggi,” wanita itu memulai kisahnya. “Saya sudah datang ke kota ini untuk mencari pekerjaan, tapi tidak berhasil mendapatkan pekerjaan apa pun. Akhirnya uangku sisa beberapa sen saja, dan saya telah diusir dari apartemenku. Saya berjalan ke sana ke mari gelandangan di jalan untuk beberapa hari. Saat itu bulan Februari dan saya sedang sangat kedinginan dan hampir mati kelaparan. Saya melihat tempat ini dan berjalan masuk dengan harapan mudah-mudahan bisa memperoleh sesuatu yang dapat kumakan.”

Si Jack mulai tersenyum wajahnya. “Sekarang saya ingat,” dia berkata. “Saya waktu itu berdiri di balik meja sana sedang melayani langganan. Anda mendekati saya dan bertanya kalau anda bisa melakukan apa saja dengan upah sesuatu untuk dimakan. Saya berkata bahwa itu adalah melawan peraturan dari
perusahaan ini.”

“Saya tahu,” wanita itu melanjutkan. “Kemudian anda membuatkan saya sandwich roast beef yang paling besar yang pernah saya lihat seumur hidup, dan memberikan saya secangkir kopi, dan menyuruh saya untuk pergi duduk di satu sudut cafeteria ini dan menikmatinya. Saya takut waktu itu anda akan mengalami kesusahan karena saya. Kemudian saya melihat anda memasukkan uang dan mencetak harga makanan saya itu di mesin hitung, dan saya tahu bahwa semuanya beres.”

“Jadi anda memulaikan perusahaan anda sendiri?” kata si Jack tua.

“Saya mendapat pekerjaan pada sore hari itu juga. Saya mulai bekerja dari bawah dan makin meningkat. Akhirnya saya mulaikan perusahaan saya sendiri, dan dengan pertolongan Tuhan, saya berhasil.” Dia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama. “Sehabis anda makan, saya mau anda pergi menemui
Mr.Lyons. Dia adalah direktur personil dari perusahaan saya. Saya akan berbicara dengan dia sekarang, dan saya merasa pasti bahwa dia akan menemukan suatu pekerjaan yang anda dapat lakukan di kantor.”

Dia tersenyum. “Saya pikir dia juga akan memberikan kepada anda sedikit uang panjar supaya anda bisa membeli pakaian dan mendapat tempat tinggal sampai anda bisa mandiri. Kalau anda memerlukan apa saja dikemudian hari, pintu rumah saya selalu terbuka bagi anda.

Air mata berlinang-linang diwajah orang tua itu. “Bagaimana saya akan bisa berterima kasih secukupnya kepada anda?” dia bertanya.

“Jangan berterima kasih kepadaku,” jawab wanita itu. “Bagi Tuhan segala kemuliaan. Dialah yang telah menuntun saya kepada anda,”

Di luar cafeteria itu, polisi dan wanita itu berdiri sekejap di depan pintu sebelum mereka berpisah.

“Terima kasih untuk pertolongan anda, pak polisi” dia berkata.

“Sebaliknya , Ny. Eddy,” dia menjawab. “Terima kasih kepada anda. Saya menyaksikan sebuah mujizat hari ini, sesuatu yang saya tidak akan pernah melupakannya seumur hidup.. Dan terima kasih untuk kopi itu.”

Leave a comment »

RESEP BOLU SARANG SEMUT / BOLU KARAMEL

Sekalian nyambung resep Bolu Kojo nih, kemaren2 bikin bolu karamel . Sempet telfon Mamahku di Palembang, nanyain resep ini, kata Beliau, rada susah yang bikin dia bersarang kaya rumah semut , tapi cobain aja, eh, di test ke tetangga dan mertua, kata mereka sih enaakkk, bentuknya juga kereen, berlubang dan bercelah2 mirip sarang semut 🙂

BAHAN :

1 3/4 gelas  gula pasir —> +- 250 gram

1 gelas mujung terigu

soda kue 1 sendok teh campur rata dengan terigu —> soda kue ini yang antinya akan merongga2 in kue kaya rumah semut 🙂

1/2 kaleng susu kental manis

6 butir telur

200 grm margarine dicairkan

2 sendok makan gula pasir

CARA MEMBUAT

Buat karamel dari gula pasir yang 1-3/4 gelas tadi

TIPS agar karamel tidak gosong : Gunakan wajan lebar dan gula harus disebar ( jangan ditumpuk ) ,masak dengan api kecil dan wajan harus sering digoyangkan, setelah hampir semua gula mencair, masukkan air dan teteap dimasak dengan api kecil sampai semua gula larut dan mengental , dinginkan

Di tempat terpisah —> Kocok telur dan 2 sendok makan gula pasir hingga tercampur,masukkan susu kental manis, disusul campuran terigu + soda kue secara bertahap

terakhir, masukkan mentega cair –> aduk dengan spatula aja, gak usah lagi di mixer 🙂

Siapkan loyang 20x20cm  yang sudah dilapisi mentega dan terigu ( biar gak lengket )

Tuangkan adonan kedalam loyang, panggang di oven kira2 20menit

Rasanya legittttt . Aku si gak terlalu suka kue ini , tapi mertuaku suka,jadi buat mamah aja bikinnya

Kata mamah mertuaku, enaakkk

Leave a comment »

Kisah Inspiratif :

Disini Jual Ikan Segar”

Dicopy dari web site :http://www.kisahinspiratif.com

Posted by admin on December 9, 2009

Seseorang mulai berjualan ikan segar di pasar. Ia memasang papan pengumuman
bertuliskan” Disini Jual Ikan Segar”. Tidak lama kemudian datanglah seorang
pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya.

“Mengapa kau tuliskan kata: DISINI? Bukankah semua orang sudah tahu kalau
kau berjualan DISINI, bukan DISANA?”

“Benar juga!” pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata “DISINI” dan
tinggallah tulisan “JUAL IKAN SEGAR”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan
tulisannya.
“Mengapa kau pakai kata SEGAR? Bukankah semua orang sudah tahu kalau yang
kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?

“Benar juga” pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata “SEGAR” dan
tinggallah tulisan “JUAL IKAN”.

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakan                   
tulisannya: “Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tahu
kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?

Benar juga pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggallah
tulisan “IKAN”.

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke 4, yang juga
menanyakan tulisannya: “Mengapa kau tulis kata IKAN? Bukankah semua orang
sudah tahu kalau ini Ikan bukan Daging?

“Benar juga” pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.

Renungan: Bila kita ingin memuaskan semua orang, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Be yourself!

Leave a comment »

  Kisah Inspiratif :

Malaikat Misterius

Marah Adil

—————–

Sambil menyeka keringat yang mengucur di dahinya, Ibu Rahmah (Bukan

nama sebenarnya) dengan tekun menyapu trotoar sebuah jalan raya. Tampak

beban hidup yang sangat berat menggelayuti pundaknya yang kurus.

Tak

terasa air mata menggenangi pelupuk matanya saat teringat bahwa hari

ini dia harus membayar uang sekolah anaknya yang sudah menunggak

beberapa bulan. Tapi bagaimana mau membayar, sudah sejak tadi malam

belum sebutir nasipun mengisi perutnya dan anak-anaknya.

Ibu

Rahmah ditinggal mati suaminya dalam sebuah kecelakaan sehingga dialah

yang harus menghidupi dua anaknya yang masih kecil dengan menjadi

petugas kebersihan. Gaji harian yang diterima sangat tidak cukup untuk

memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Disetiap ayunan sapunya,

dia berdoa kepada Allah agar selalu dikuatkan dari keinginan untuk

meminta-minta dan godaan untuk mencuri. Sungguh sebuah kemuliaan diri

yang patut dipuji.

Tenggelam dengan pekerjaannya, Ibu Rahmah

tidak menyadari saat sebuah mobil Honda Jazz warna biru berhenti

didekatnya. Turun seorang wanita muda berkerudung menghampirinya dan

memberikan sebuah amplop warna putih pada Ibu Rahmah sambil berkata ;

“Maaf Ibu, mohon diterima sedikit rezeki ini, mudah-mudahan dapat berguna buat

Ibu.”

Wanita muda itu bergegas pergi tanpa menoleh lagi meninggalkan Ibu Rahmah yang

tertegun belum sempat berterima kasih.

Dengan tangan bergetar, Ibu Rahmah membuka amplop berwarna putih itu yang

ternyata berisi beberapa lembar uang seratus ribuan.

Tangis

Ibu Rahmah meledak… Terbayang dia bisa membayar uang sekolah anaknya,

dia bisa membeli beras untuk dimasak dan membayar hutang di warung

depan rumah.Hanya do’a yang diucapkannya berulang-ulang kepada Allah,

memohon agar Allah menambahkan rezeki kepada wanita muda yang tak

dikenalnya itu.

Ibu Rahmah larut dalam tangis do’a, terduduk di

pinggir trotoar jalan tanpa menghiraukan tatapan mata heran para

pejalan kaki yang lalu lalang..

*****

*****

Kita

dapat merasakan kebahagiaan yang dirasakan Ibu Rahmah bukan.? Tapi kita

tidak tahu persis kebahagiaan apa yang dirasakan wanita muda misterius

tadi.

Penasaran.? Ingin mencoba.?

Kita dapat menjadi seperti

wanita muda itu. Sangat banyak di pinggir jalan kita temui mereka yang

tekun bekerja dan menjaga diri dari mengemis, memilih menjadi tukang

sapu jalan, tukang parkir, tukang ojek, menjual es lilin atau apapun.

Berikanlah

sedekah kita kepada mereka, tidak perlu berpikir lagi dan menengok ke

belakang setelah memberikan. Mari kita bayangkan kalau sedekah yang

kita berikan sama membantunya seperti sedekah yang diterima Ibu Rahmah.

Sangat

bagus kalau bisa dalam jumlah besar, tapi kalau tidak sanggup,

Rp.50.000,- sudah sangat membantu. Bukankah uang sebesar Rp.50.000,-

itu bisa kita batalkan dari tiket nonton di bioskop, mengurungkan makan

di Restoran Fast Food, mengundur beli CD Artis Favorit kita.?

Bayangkan,

ada 4.000 lebih anggota group yang membantu 4.000 lebih “Ibu Rahmah”

dan selalulah ingat, kebahagiaan tertinggi adalah “Kebahagiaan

Spiritual” yaitu pada saat memberi, bukan pada saat menerima.

“Dan

mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang

besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi

mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada

mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.( Q.S.At

Taubah.121 )

Selamat Bersedekah….

sumber:milistpencintasedekah

Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

Leave a comment »

KASTANGEL KEJU RENYAH

Suamiku doyan sangat sama yang namanya kastangel. It could be said that,Beliau itu dasarnya gak suka banget ngemil. Kesukaannya gak jauh2 dari pisang digoreng ato  di plenet.Naahhhh,Jumat kemaren,disela2 waktu kerja di kantor ( pssstt,tapi gak sampe ganggu kerjaan utama loh….),googling resep kue kering. Dan, ketemu resep Kastangel Keju,which is, Beliau lumayan suka sama jenis camilan ini..

Resepnya dicontek dari indorecipe.com, yah ada modiifikasi dikit2 si…dan didorong niat “menyenangkan hati Suami biar bisa masuk surga” :P,walau bahannya rada mahal,eng eing eng….Sabtu ini langsung dipraktekin ( Tengkiu buat yang posting resep yah )  🙂

BAHAN :

Keju tua , bisa edam ato gouda—-> aku pakenya Gouda yang middle supaya aromanya gak terlalu keras —–>250 gram

Keju chedar ( bisa merk Kraft ) —->250 gram

Mentega/Butter : 250gram

Margarine :  200 gram

Butter : 250 gram

Tips, untuk yang baru belajar dan doyan masak, Beda Margarine dan butter : rine, terbuat dari minyak nabati ,jika  dipakai utk kue, sifat nya lebih mengikat sehingga tekstur kue akan padat dan tidak rapuh—> contoh merk blue band, simas,dll

Sedangkan butter, terbuat dari minyak hewani, rasanya lebih harum dan beraroma susu.Jika dipakai utk kue, membuat tekstur kue menjadi sangat renyah —-> contoh : merk orchid,wysman,dll

Tepung terigu protein rendah : 400

Kuning telur ayam kampung : 3 butir

Untuk Olesan :

200gram keju cheddar diparut

kuning telur : 2 butir

TIPS lagi nih —-> agar kastangel nya renyah dan pas digigit ada rasa kriuk2 gimanaaaaa gitu,setelah kedua jenis keju diparut, simpen di frezeer semaleman

CARA MEMBUAT :

Gak usah pake mixer,cukup pake tangan aja—->

Kocok butter dan margarin beserta kuning telur sampe menyatu.

Masukkan keju parut

Secara bertahap, masukkan terigu, terus aduk sampe menyatu

Setelah tercampur rata,simpan dalam kulkas bawah kurang lebih 30menit an

lalu cetak kastangel sesuai selera,olesi kuning telur dan taburi keju parut

Siapkan loyang utk membakar kue,olesi dengan Margarine dan sedikit tepung biar kue nggak lengket

Oven kira2 20 menitan di suhu 150  derajat Celcius

Tralaaaa….Suami dan Papa Bandung doyannnn banget..kata Beliau2 sih, so crunchy….

3 Comments »