Riniivan's Blog

Something about my life

on January 18, 2010

  Kisah Inspiratif :

Malaikat Misterius

Marah Adil

—————–

Sambil menyeka keringat yang mengucur di dahinya, Ibu Rahmah (Bukan

nama sebenarnya) dengan tekun menyapu trotoar sebuah jalan raya. Tampak

beban hidup yang sangat berat menggelayuti pundaknya yang kurus.

Tak

terasa air mata menggenangi pelupuk matanya saat teringat bahwa hari

ini dia harus membayar uang sekolah anaknya yang sudah menunggak

beberapa bulan. Tapi bagaimana mau membayar, sudah sejak tadi malam

belum sebutir nasipun mengisi perutnya dan anak-anaknya.

Ibu

Rahmah ditinggal mati suaminya dalam sebuah kecelakaan sehingga dialah

yang harus menghidupi dua anaknya yang masih kecil dengan menjadi

petugas kebersihan. Gaji harian yang diterima sangat tidak cukup untuk

memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Disetiap ayunan sapunya,

dia berdoa kepada Allah agar selalu dikuatkan dari keinginan untuk

meminta-minta dan godaan untuk mencuri. Sungguh sebuah kemuliaan diri

yang patut dipuji.

Tenggelam dengan pekerjaannya, Ibu Rahmah

tidak menyadari saat sebuah mobil Honda Jazz warna biru berhenti

didekatnya. Turun seorang wanita muda berkerudung menghampirinya dan

memberikan sebuah amplop warna putih pada Ibu Rahmah sambil berkata ;

“Maaf Ibu, mohon diterima sedikit rezeki ini, mudah-mudahan dapat berguna buat

Ibu.”

Wanita muda itu bergegas pergi tanpa menoleh lagi meninggalkan Ibu Rahmah yang

tertegun belum sempat berterima kasih.

Dengan tangan bergetar, Ibu Rahmah membuka amplop berwarna putih itu yang

ternyata berisi beberapa lembar uang seratus ribuan.

Tangis

Ibu Rahmah meledak… Terbayang dia bisa membayar uang sekolah anaknya,

dia bisa membeli beras untuk dimasak dan membayar hutang di warung

depan rumah.Hanya do’a yang diucapkannya berulang-ulang kepada Allah,

memohon agar Allah menambahkan rezeki kepada wanita muda yang tak

dikenalnya itu.

Ibu Rahmah larut dalam tangis do’a, terduduk di

pinggir trotoar jalan tanpa menghiraukan tatapan mata heran para

pejalan kaki yang lalu lalang..

*****

*****

Kita

dapat merasakan kebahagiaan yang dirasakan Ibu Rahmah bukan.? Tapi kita

tidak tahu persis kebahagiaan apa yang dirasakan wanita muda misterius

tadi.

Penasaran.? Ingin mencoba.?

Kita dapat menjadi seperti

wanita muda itu. Sangat banyak di pinggir jalan kita temui mereka yang

tekun bekerja dan menjaga diri dari mengemis, memilih menjadi tukang

sapu jalan, tukang parkir, tukang ojek, menjual es lilin atau apapun.

Berikanlah

sedekah kita kepada mereka, tidak perlu berpikir lagi dan menengok ke

belakang setelah memberikan. Mari kita bayangkan kalau sedekah yang

kita berikan sama membantunya seperti sedekah yang diterima Ibu Rahmah.

Sangat

bagus kalau bisa dalam jumlah besar, tapi kalau tidak sanggup,

Rp.50.000,- sudah sangat membantu. Bukankah uang sebesar Rp.50.000,-

itu bisa kita batalkan dari tiket nonton di bioskop, mengurungkan makan

di Restoran Fast Food, mengundur beli CD Artis Favorit kita.?

Bayangkan,

ada 4.000 lebih anggota group yang membantu 4.000 lebih “Ibu Rahmah”

dan selalulah ingat, kebahagiaan tertinggi adalah “Kebahagiaan

Spiritual” yaitu pada saat memberi, bukan pada saat menerima.

“Dan

mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang

besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi

mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada

mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.( Q.S.At

Taubah.121 )

Selamat Bersedekah….

sumber:milistpencintasedekah

Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s