Riniivan's Blog

Something about my life

on April 22, 2010

Catatan hati :

 

WANITA YANG KUPANGGIL MAMA

Beliau adalah wanita yang aku , papaku dan adik2ku panggil Mama

Cantik, tinggi dan langsing penampilannya

Dulu , sewaktu kecil, Beliau mendidik kami dengan “agak keras”, bisa dikatakan, cerewet

Dulu sewaktu kecil, kami anak2 perempuannya lebih nempel dan dekat dengan Papa, laki2 yang sifatnya bertolak belakang dengan Mama

Dulu sewaktu kecil ,aku pernah bertanya pada Papaku itu,kenapa Beliau bisa menikah dengan Mama. ( pertanyaan anak kecil saat itu )

Jawaban Papaku , karena mama adalah wanita hebat yang kelak akan bisa menjadikan kami anak2 hebat

Dulu sewaktu kecil, aku berpikir, papaku yang sabar, baik dan segalanya bisa ya dapet mama ku yang cerewet,keras dan tangguh

Memasuki usia sekolah, aku mulai berpikir, kenapa ya, Mama ku hanya diam dirumah, tidak bekerja kantoran

Hahaha, bahkan saat mengisi formulir di sekolah, saat di bagian kolom pekerjaan ibu, aku agak  malu mengisinya dengan : Ibu Rumah Tangga

Di benakku saat itu, kenapa ya, ibuku tidak bekerja, setiap pagi pergi memakai baju kantoran , membawa tas, memakai lipstick  hahahaha

Sampai suatu ketika, ketika aku kelas 6 SD, ada acara belajar kelompok di rumah temanku

Setelah makan siang dirumah, akupun dengan becak langganan, pergi kerumahnya

Sampai disana, rumahnya sepi, Cuma ada dia, adik2nya dan pembantu, tanpa ada mamanya karena sedang bekerja kantoran.

Makan siang mereka, cemilan kami, air minum, semua disiapkan oleh pembantunya, tanpa kata2, kalimat, obrolan

Rumahnya lebih mewah dari rumah ku, tapi terasa kosong buat pikiran kanak2 ku saat itu. Tidak ada suara mama

Sejak itu, setiap kali aku ke rumah teman2ku yang kebetulan ibunya bekerja, aku bisa merasakan perbedaan dengan keadaan rumahku. Di rumahku selalu ada Mama! Dirumahku aku bisa makan siang sambil melapor dan curhat kepadanya tentang apapun

Dirumahku aku selalu membuat Pe Er dengan bimbingannya

Dirumahku aku selalu tidur siang bersama mama dan bangun tidur, selalu sudah ada makanan kecil cemilan sore hari
Sejak itu, aku tak lagi malu mengakui pekerjaan mamaku sebagai Ibu Rumah Tangga

Ketika beranjak remaja, hubunganku dengan mama semakin baik dan dekat.

Mama adalah orang yang pertama kali tahu tentang apa pun yang aku alami sehari – hari

Mama adalah tetap orang yang paling cerewet mengajari ku tentang hidup

Mama adalah orang yang selalu pergi bersamaku saat aku ingin jalan2 ( hahaha semua orang bilang dia seperti kakak ku dan aku akan protes jika mamah memakai jeans saat pergi dengan ku )

Bahkan Mama adalah orang yang kuberikan padanya surat2 beramplop bagus yang kudapat dari teman- teman pria ku

Mama adalah segalanya tentang Aku dimasa ku bertumbuh

Semakin aku dewasa, tak ada yang berubah, dia tetap orang terdekatku

Hanya jenis dan cara ku bercerita yang berubah

Kami pun sudah jarang menghabiskan waktu jalan2 sekedar ngeceng ( karna aku sudah bukan ABG Lagi😛 )

Tapi tetap kami selalu berbagi cerita, tetap kadang Mama mengomeliku

Saatnya aku menikah. Kurasa dan aku percaya, dia adalah orang yang paling bahagia dan paling sedih atas pernikahanku

Bahagia, karena tugasnya menghantarkanku ke IMAM ku yang baik kesampaian. Sedih karena  kami harus berpisah dimana aku mengikuti suamiku hijrah ke lain kota.

Disaat dekat waktu pernikahanku, papaku berujar kepadaku, tanpa Mama, beliau tidak akan mungkin membesarkan anak2 sukses seperti kami

Bahwa mereka seolah memainkan peran bad Cop dan Good Cop, dimana Mama menjadi Bad Cop dan papa Good Cop nya, sehingga saat mama marah, kami bisa berlindung pada Papa . Hal ini dimaklumi karena semua anak mereka adalah perempuan, sosok papa seolah menjadi panutan kami mencari suami

Dan memasuki hidup pernikahan, aku semakin mendapatkan banyak sekali kebenaran yang terungkap tentang Mama

Betapa kecerewetan dan kekerasannya mendidikku ada latar belakangnya

Mama tidak ingin membesarkan kami, anak-anaknya sebagaimana Mama dibesarkan oleh ibunya.

Mama ingin kami menjadi anak2 tangguh, yang tidak cengeng menghadapi hidup .

Mama mengajariku banyak hal yang tidak aku akan dapatkan di sekolah manapun di dunia ini

Mama mengajariku bahwa harkat dan martabat suami adalah diatas segalanya yang harus dijaga oleh seorang isteri

Mama mengajariku tips tips penting agar selalu disayang suami dan mertua

Mama mengajariku bahwa setiap orang tua ( baca , siapa pun yang berusia tua ) harus dan wajib dihormati

Mama mengajariku bahwa tamu yang datang ke tempat kita harus kita hargai

Mama mengajariku membagi walau ditengah keterbatasan

Mama mengajariku untuk tidak menjadi perempuan menikah yang terlalu banyak bergaul diluar rumah untuk hal2 tanpa alasan kuat

Mama mengajariku untuk menjadikan rumah sebagai tempat satu2nya yang ingin aku tuju sepulang dari kantor

Mama mengajariku untuk tidak menyimpan rahasia dari suamiku dan menjadikan IMAM ku itu sebagai sahabat terbaik ku

Mama mengajariku untuk mengejar surga dan memasukinya bersama IMAM ku

Ya Alloh, kadang aku berpikir, dia seolah tidak pernah sempat beristirahat dan berhenti berkorban bagi keluarganya

Dan disaat tua, anak2 perempuannya satu per satu “meninggalkannya” mengikuti suami2 kami

Lantas bagaimana aku menyenangkan nya?

Ternyata kehebatannya belum juga berkahir. Karena Mama tidak pernah menuntut balas.Dia bahagia, selama anak- anaknya bahagia.

Mama tidak pernah meminta, bahkan saat beliau membutuhkan

Mama tidak pernah merasa kesepian, bahkan saat anak2 nya “meninggalkannya”

Mama tidak pernah berhenti mendoakan, bahkan saat anak2 nya pun sudah berdoa bagi cucunya

Mama tidak pernah menutut, walau anak2nya terlalu mengatas namakan kesibukan sebagai alas an untuk tidak rutin menelfon atau berkunjung

Tujuh gunung emas pun tidak akan mampu membayar pengorbanan seorang Ibu

Dan aku berjanji akan selalu menyenangkan hatinya,berdoa baginya,meneruskan semua ajaran nya ,   karena Cuma itu yang aku, sebagai anaknya , bisa lakukan

Aku Mencintaimu mama, dengan cinta yang tak terucapkan dengan sekedar kata-kata


2 responses to “

  1. yiyi says:

    yiyi nangis baconyo..

    touching ;’)

  2. riniivan says:

    jadi the conclusion Sist, love her as much as you could
    She’s alone now, and she needs us🙂
    Love Her so much

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s