Riniivan's Blog

Something about my life

on July 30, 2010

MUDIK KE PALEMBANG

Meski aku tinggal tidak begitu jauh dari daerah kelahiranku, tanah asalku Palembang, tapi teteup aja, kagak bisa pulang setiap saat.

Ada kerjaan yang harus dilakoni, suami dan rumah yang harus di take care of, de el el

Setiap kali pulang, selalu tetap terasa antusias, bahagia KW super ( original bahkan ) heheh. Mengenai  bahagia ini, IMAM ku berpendapat, adalah hal yang teramat sangat mudah dan guampaangg untuk dibikin. Apalagi kalo Beliau udah menentukan jadwal ke Palembang, reaksiku : loncat2 ( walo udah gak ada pantes2 nya hihihi ) kesenengan

Untuk jadwal pulang ke Palembang, entah kenapa, dari awal nikah sampe bertahun2 berikutnya , beliau mewajibkan, kalo pulkam harus berdua. Gak masalah kalo Beliau Cuma nganter doang dan pulang duluan, pokoknya harus berdua ( peraturan yang aneh sih, tapi yahhh gak papa juga karna Beliau selalu memberiku jatah ke Palembang paling minimal sekali setahun, bahkan bisa berkali2 heheheheh)

Palembang itu kota yang bisa dikatakan, minim banget objek wisata yang bisa dikunjungi

Tapi kalo untuk kuliner nya, number 1 dech

Dan tho, buanyaaaakkk banget stok keluarga untuk dikunjungi

Untuk makanannya :

Pempek yang terenak menurut aku si : Pempek Saga dan Pempek Dempo ( well… orang2 Jakarta si taunya Pempek Candy, Noni, Pak Raden )

Pempek Saga berlokasi di seberang Kantor Walikota Palembang. Dulunya, disitu ada bioskop Saga, trus bioskopnya tutup , kegusur Cineplex, tapi pempeknya teteup bertahan

Pempeknya so yummmyyyyyy meski kita harus rela ngantri kalo mau dine in

( heeeerraaaaann banget , orang Palembang itu tiap hari juga bisa makan pempek, tapi warung pempek selalu aja penuh dan penjual pempek selalu aja bertambah heheheh )

Pempek Dempo, berlokasi di Jl, Dempo, seberang MDP Komputer. Kalo Pempek Dempo ini, di tenda dijualnya, bukan tempat permanent. Sama, harus antri dan kalo kesorean ( lewat jam 5 ) pempek udah apda abis. Yang top : Pempek panggang ( pempek tunu ) dan pempek Lenggang Bakar …So maknyuusssss

Pindang

Pindang, di Palembang dan sekitarnya , beda bangeeetttt dengan Pindang di Jawa. Kalo di Jawa kan, pindangnya kering, Ikan yang dimasak / diasapi dengan aneka bumbu

Nahhh kalo di Palembang, pindang itu berkuah ( kaldu ikan ) dengan rempah, dan cung kediro ( baca: cungdiro ini adalah jenis tomat kecil, mirip tomat Thailand. Di Palembang, bisa dijumpai dimanapun dengan harga sangat terjangkau, tapi entah kenapa distribusinya gak nyampe ke Jakarta ya  :D )

Ikan yang umum dimasak pindang : Ikan Baung ( di Jakarta kayanya gak pernah nemu jenis ikan sungai ini ), Ikan Gabus ( sama, di Jakarta juga langkaaaaa ) dan terendah ikan patin.
Tempat makan Pindang yang enak di Palembang menurut aku : Pindang Pegagan di Jl. Kamboja ( TOP, siang dikiiit aja, jam 1 siang , udah pada habis ). Tapi tamu2 dari Jakarta lebih sering makannya di Resto terapung Benteng Kuto Besak dan Sri Melayu. Padahal kalo ke originalan rasa, Pindang Pegagan Kamboja is the best, pindang dusun ( dusun = sebuatan untuk desa / kampong  di Sumatera Selatan  )

Belum lagi Mie Celor, yang terkenal : Mie Celor 26 Ilir, berlokasi di dekat Rumah Susun Palembang. Ukuran mie nya mantap, hampir seukuran Udon disajikan dengan kuah kari udang yang kental dan sangat yummy…

Ada juga celimpungan, laksan ,model, tekwan, dan turunan2 pempek lainnya yang gampang banget ditemui di Palembang

Juga ada Burgo dan Laksa, terbuat dari tepung beras, disajikan ndengan kuah kental  dari ikan giling dan sambel cengek hmmmmmm

Belum lagi kue2 nya yang super legit dan manis ( sayang aku gak begitu suka, karna gak suka manis ) : Maksuba, 8 Jam, Srikayo, Kue engkak, Kue senting, yangs emuanya jaraaaanggggg banget ditemui didaerah lain

Martabak HAR, adalah martabak telor khas India, disajikan dengan kuah kari dan sambal rawit, memiliki banyak cabang di Palembang

Kepanjangan dech kalo aku sebutin satu per satu disini, heheheh

Tiap kali pulang, ada antusiasme tersendiri Inget masa dulu, saat family member masih lengkap , orang tua dan empat anak putri, rame, rebutan cerita, jalan bareng, bokek bareng, “kaya” bareng. Kenangan yang aku rasa, sampe kapan pun tetep akan mendapat tempat khusus di kantong memori kami.

Setiap kali akan “meninggalkan” semua, ada rasa tersayat di hati yang paling dalam ( jiaaahhh kaya lagu dech ) . Rasa tidak ingin meninggalkan semua, rumah masa kecil, orang tua, kucing, kebun, semuaaaaa

Di perjalanan ke Bandara, di bandara, saat kiss..kiss , semua masih tampak “normal” Juga saat boarding , saat pesawat take off, saat landing, saat di taksi dalam perjalanan menuju rumah, semua masih “tampak normal”

Tiba dirumah, terasa kosong, sepi, mulai dech sifat melo ku muncul. Bercucuran aer mata seolah ngelepas semua beban dihati.

And as usual and as always, IMAM ku akan menggosok2 punggungku, membiarkan aku sementara menangis sampe lega, memeluk ku dan mengatakan “ anak bageur, jangan sedih, sebisa mungkin, kita akan selalu mengunjungi mereka”

Dan IMAM ku tak pernah absen menelfon mamah dan papah Palembang setiap minggu , sekedar ngobrol


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s