Riniivan's Blog

Something about my life

Kebahagiaan Menyusui : untuk seorang aku

on November 24, 2012

Aku adalah Working Mom.Bertempat tinggal di Karawaci dan berkantor di Jakarta who leave my baby boy at home moreless 12hours a day :’-(.
Anakku satu,sekarang usianya mencapai 20bulan,laki2 ,pintar,lucu dan sangat baik. Sangat baik? Confirmed! Sangat baik. *Alhamdulillah*
Aku masih menyusui anakku.Masih pumping ASI minimal 1kali selama di kantor, masih memaintain stock ASIP ku, gak dulu mikirin diet *Berat normal ku blm ku dapet lagi*.Kenapa? Mostly karna aku teramat sangat menikmati moment ini : menyusui.

Aku menjadi manusia paling berharga buat anakku.Ketika dia melihatku sepulang kerja, apa pun yang sedang dilakukannya,akan dengan sangat firm dan segera dia tinggalkan.Dia akan berlari cepat sambil berteriak *antara bahagia,lega dan histeris* menuju aku, menggandeng tanganku,memintaku menggendongnya.Lalu kedua tangannya memegang pipiku,mata indah – beningnya menatapku dengan senyum jenakanya berbisik lirih : “momi…yuukk nenen di kamar”
Lalu dia melingkarkan tangannya dileherku,memelukku erat.

Blassss…semua lelah raga dan jiwa ku akan hilang seketika. Saat dia nenen, kami bertatapan,jika aku menggosok2 punggungnya,tangannya akan melingkar di pinggangku, dan dia tersenyum,dengan mata dan hatinya. How i enjoy that kind of pretigious moment!

Dia tidak pernah peduli how i look.Pake baju belel, belum mandi, keringetan, tetap…baginya,aku adalah sumber kebahagiaannya.
Saat2 sekarang,dimana pumping time sangat jarang bisa aku dapat *pekerjaanku adalah trainer dan kadang lokasinya sangaaat tidak layak untuk pumping * , tentu sangat amat mengurangi kuantitas asi ku, aku sadari itu. Tapi setiap kali aku tanyakan kepada anakku saat dia nenen ” Kak, nenennya masih ada?” , dengan tersenyum dia akan menjawab ” ada momi…dikit..gak apa2 ”
Duuhh…jawaban dia itulah yang terus memacuku untuk tetap berjuang menyusuinya.Abi bisa begitu sabar dan persistent untuk nenen, walo kuantitas asi ku udah gak sebanyak dulu,maka aku pun akan melakukan yang sama, sabar, persistent dan terus berjuang memberinya asi. Segala aku lakukan untuk tetap menjaga produksi asi. Memompa di toilet pun  kujalani meski hasilnya kubuang,hanya agar produksi tetap jalan.

Dia menolak uht dengan berkilah “nenen momi aja….yummy…tunggu momi pulang keja ” (baca kerja ) .Dan cerita neneknya, dengan sabar dia akan menunggu sore tiba .Saat sore menjelang magrib,dia akan bilang :”momi jalan…pulang..nenen ” (artinya kemungkinan besar adalah : momi lagi di jalan,mau pulang,trus kakak bisa nenen ). Begitu,hampir setiap hari.
Saat kutinggal kerja,tidak pernah dia menangis  apalagi meraung2.Dia tau,aku kerja,nanti akan pulang untuknya.Dia akan melambaikan tangannya sambil berpesan pada kami “ati2 jalan..” (baca : hati2 di jalan ) dengan sorot mata yg penuh usaha untuk mengerti alasanku kerja.

Untuk kerja, dari dulu,dari saat Abi masih di kandunganku,aku dan popinya selalu ajak dia ngobrol,sejak usia kehamilan 4 bulan.Ngobrol tentang apa aja,tentang macetnya jalan, tentang lagu, tentang aktivitas popi. Termasuk saat aku kerja,aku selalu ngejelasin pada janinku saat itu, “Dek…kalo nanti, Dede momi tinggal dirumah seharian, inilah yang momi kerjakan, cari uang, bekerja bantu Popi,gak kemana2, gak ninggalin Dede selain urusan kerja”

Mungkin kah itu ngaruh ke dia sekarang? He’s been so understanding for his age when momi must leave him working.

Balik lagi ke topik nyusui , aku gak pernah menolak , kapanpun dia minta nenen. Termasuk pagi hari saat udah siap jalan ngantor, tetep aku kasih.Karna menurutku itu adalah haknya sampe usianya 2 tahun. *walo aku jd rada telat*

Belum lagi keuntungan lain dari menyusui : Popi jadi makin sayang, fully support dan perhatian extra ke momi ,bisa minta beliin aneka kacang muahhaaal kaya pistachio ato almond dengan alesan : booster asi *hihi*, bisa makan apa pun tanpa mikir diet dan gak ngerasa mendzalimi body, feel so special to be a woman, hunting bra2 menyusui yang oke, hemat budget sufor yang harganya muahaaal, gak repot2 bangun malem untuk bikin susu, mensteril botol, kemasan asi sangat amat praktis and easy to bring anywhere and anytime, belum lagi kemasannya sangat unik, menarik  dan indah *haha*, tinggal buka,siap saji!

Belum lagi bonding time dengan Abi, be the most special one for him, paling dirindukan Abi,paling ditunggu Abi, paling mujarab ngebooster moodnya Abi.
Thus, aku udah sepakat dengan Popi, gak akan maksa nyapih Abi walo entar umurnya 2 taon.Sesiapnya dia aja, kapan mau berhenti.Coz he and I, both love the breast feeding moment.

*aku yang selalu disemangati popi dan menyemangati diri sendiri to keep pumping in any situation, for our Abisha*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s