Riniivan's Blog

Something about my life

Ibu RT vs Working Mom

Akhir2 ini ruamee banget aku baca beberapa status wall fb temen2ku mengenai occupation alias status seorang wanita , antara : ibu RT alias Full Time Mom vs Working Mom ( tapi bukan berarti half time Mom ya? ).

One side, mereka ngerasa gak dihargai, kurang dianggap keren, dan perasaan2 lain yg intinya seolah2 occupation mereka dianggap remeh by other party.

On the other side, ada yg bersuara, by working, i could afford more to the family, ada yg bilang aktualisasi diri, ada yang ngaku working for money ^_^

Jujur, aku miriisss banget :’-(
Sedih booo…
Bukan karna aku adalah working Mom, bukaaaannn..
Aku adalah produk Ibu Rumah Tangga dan sedikit pun aku tak pernah malu dengan profesi Ibuku, apalagi menganggap nya gak penting.
Bahkan, kalo mau jujur, menjadi Ibu RT adalah cita2ku sedari dulu, jaman masih remaja sampe sekarang #walo nasib berkata lain#

Kenapa harus saling menyerang? Kenapa yang satu merasa lebih baik dari yang lain dan sebaliknya ? Kenapa harus saling menjelekkan? #sedih banget untuk dibaca, komen2 emosional di public space , yg seolah mengeneralisasi#

I bet all know bahwa profesi Ibu adalah profesi yg secara otomatis kita jalani, begitu punya anak. Jadi semua wanita yang punya anak adalah seorang Ibu! Mau mereka kerja kantoran, enggak kerja, punya bisnis, kerja di sektor informal, mereka adalah IBU untuk anak dan keluarga mereka.
Sekarang tinggal bagaimana kita menjadi Ibu yang baik untuk anak2 dan keluarga kita.

Tidak menjadi jaminan bahwa working mom tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi keluarganya, dan hal itu juga berlaku bagi full time mom, tidak semua full time mom bisa memberi contoh yang baik bagi anak dan keluarganya.

Bukankah akan lebih bijaksana jika kita tidak menjudge pihak lain dan tidak perlu pula sibuk membela diri terhadap sesuatu yang sebetulnya tidak crucial.

Pengabdian kita sebagai Ibu akan dinilai melalui keluarga dan anak2 kita.Sudah baguskah ahlak anak2 kita? Sudah kah rumah menjadi surga bagi anggotanya? Is it just a house or they call it home? Simply that! And both working Moms and full time moms are deserved to be called as GOOD MOMMY

Anak dan keluarga kita adalah juri, bukan orang lain.Tidaklah penting how people judge us, karna mereka tidak melihat prosesnya bagaimana kita jumpalitan untuk menjadi ibu yang baik.
Mereka hanya melihat gambar luar, ooohh dia working mom, nitipin anaknya ke orang lain, sok ngerasa paling super.Atau sebaliknya oohh dia adalah Full Time Mom, gak gaul, sekolah tinggi ujung2 cuma dapur.

Kalau niat kita lurus, menjadi Ibu, harusnya kita tidak meminta acknowledgment dari pihak mana pun karna penghargaan bagi Ibu adalah cinta dari anak2 dan suaminya.

Baik bekerja atau tidak, kita adalah tetap Ibu bagi anak2 kita, sejak kita masih mengandung mereka dan kontrak itu secara otomatis menjadi milik kita , menjadi seorang Ibu. Dan kelak, masing2 dari kita akan mempertanggung jawabkan profesi ini kepada Sang Empunya hidup.Yuukkk , working mom, full time mom, mari kita terus dan terus belajar dan berusaha menjadi IBU yang baik at least untuk anak2 kita ^_^

Leave a comment »

Resep Cemilan Anak : cake kukus coklat

Sekarang sekarang ini Abi gak dikasih dulu cookies untuk cemilannya, jadi diganti cake, puding, rolade ayam atau buah potong.
Naah…yang satu ini cake coklat kukus.Kalo liat di resep nya sih katanya lembut tekstur nya..Minggu lalu tema cemilannya chesse, minggu ini cokelat dech. Resep lagi2 dicontek dari my fave blog : http://www.justtryandtaste dan lagi2 dimodifikasi biar aman dikonsumsi Abi.Yang jelas no baking powder, no baking sida and no ovalet.
Karna udah pake cooking chocolate, gula diskip *_*
Pertama2, siapin loyang, aku pake yg diameter 18cm, olesi rata dengan mentega dan terigu.
Dandang juga sudah harus dijerang diatas kompor hingga mendidih

BAHAN :

110gram terigu ( aku masih pake orgran yg organik dan glutten free )
20gram coklat bubuk
4butir telur
Untuk dilelehkan : 100gram dark cooking chocolate , 200 mili krim kental dan 150gram butter. Lelehkan dgn metode double boiler.

CARA :
Setelah leleh, dinginkan campuran cokelat
Kocok telur hingga mengembang
Masukkan terigu + cokelat bubuk, aduk dengan spatula
Terakhir masukkan lelehan coklat dkk tadi yg telah dingin.
Masukkan di loyang, kukus kurleb 40 menit.

Gampang bukan?

Leave a comment »

Popii..I wanna Grow old with You! ^_^

Copied from one of my fave song for us, Pop.Let us growing old together to create a better generation of ours to chase the Jannah!

I wanna make you smile
whenever you’re sad 
Carry you around
when your arthritis is bad 
Oh all I wanna do is grow old with you 

I’ll get your medicine 
when your tummy aches 
Build you a fire if the furnace breaks 
Oh it could be so nice,
growing old with you 

I’ll miss you 
Kiss you 
Give you my coat when you are cold 
Need you 
Feed you 
Even let ya hold the remote control 

So let me do the dishes
in our kitchen sink 
Put you to bed
when you’ve had too much to drink 
I could be the man
who grows old with you 
I wanna grow old with You
*************************************

Film favoritku dengan soundtrack yang bikin hatiku semriwing.

It is him , my Imam, whom i wanna grow old with #ya iyalaahhh..makanya mau diajak nikah #

Leave a comment »

Resep Lauk Anak : Rolade Ikan

Ini juga aku bikin mingguan.Lumayan awet buat disimpen 2 minggu di freezer, lalu bisa diolah dech buat lauk makan.
Bisa di pan fried, masak bumbu saus coklat, masak asam manis, semi semur de el el.

BAHAN : ( untuk 2 gulung rolade ukuran besar )
500 gram ikan tenggiri halus
Wortel 1 buah diparut halus
Telur ayam kocok lepas 1 butir
Tepung sagu : 2sendok makan
Bawang putih 3 siung haluskan
Daun bawang 2 batang, iris halus
Garam dan gula secukupnya
Merica halus

Untuk alas nya, bikin dadar telor selebar mungkin.

CARA :
Di mangkuk besar :
Campur semua bahan, aduk rata,sisihkan
Buat dadar telur selebar mungkin,setelah dingin paparkan di talenan.
Lapisi dengan adonan ikan diatasnya, gulung.
Bungkus dengan aluminium foil, kukus kurleb 40 menit.

Nah, rolade ini bisa disimpen dikulkas ato freezer,kalo mau dimakan, bisa langsung di pan fried setelah dicelupkan ke kocokan telur.
Bisa juga dimasak dgn sesuai selera : dimasak bumbu asam manis, atau bumbu saus cokelat atau saus krim 🙂

Leave a comment »

Demi Abi, our Abisha !

Hummm…judulnya aja udah tentang Abi ( lagi dan lagi , gak pernah bosen ). Masih mengenai tugas kantor, masih mengenai rencana ngajak Abi. Ada yang bikin aku deg2 an nih..paspor mba suster belum jadi. Udah ngehubungi agen, calo , biro jasa, semua nyerah, gak bisa bioin passpor instant. Kata mereka, imigasi lagi jadi sorotan, jadi semua proses harus pake jalan normal, paling cepet 3 minggu. Semua kantor imigrasi se jabodetabek tuh..Gosh…padahal berangkat tanggal 17 feb ini ..tiket udah confirmed, apartment udah dibayar .

Usaha telfon ke Bandung, sama! Gak bisa!. Akhirnya coba2 telfon Palembang, kakek bilang bisa diusahain.Jadilah paspor si Mbak Suster dibikin di Palembang.Entar pas sesi foto, dia PP aja lah ke Palembang.Mahal ? Of course !

Kalo mikirin mbak nya si iya..mahal.Tapi kaya kata popi, kita lakuin ini buat Abi koook…jadi ya sudahlah ya…Mikir juga…padahal bulan depan kita rencana ganti suster buat Abi, sayang aja rasanya sampe ngerepotin semua orang dan ngeluarin extra money..
Tapi well…toh demi Abi

Mudah2an urusan passpor ini kelar ya..semoga Allah meridhoi ^_^

Leave a comment »

Abi nya Popi dan Momi

Makin gede, udah 22bulan.Masih nenen  ASI , makin kritis,makin pinter, makin lucu, makin challanging, makin ngangenin.

Ngomong udah makin lancar.Misalnya nih, contoh2 omongan Abi yang suka ngundang senyum 🙂

* saat emak (asisten dapur ) kakinya pegel dan pake koyo, Abi bilang ke Emak : “emak….emak sakit? Kaki sakit? Nanti ke dokte ya…ante momi popi .Nanti Kaka bilang ” (baca : nanti ke dokter ya…dianter momi popi, nanti Kaka yang bilang )

*Saat Abi liat Emak lagi pijetin Enin, Abi bilang : “emak….makasih ya…udah pijet enin.Emak hebat dech ”

*Saat  Abi liat momi nya merem (pura2 tidur ) , Abi bilang : “yaaaahh…momi bobo…gak bisa nenen dech ”

* Saat  popi sakit demem dan nolak waktu diajak ke dokter, sambil maen, Abi yang nguping bilang :”tuuuuhh…popi sombong tuuuhh ga mauke dokte ”

* Saat Abi makan masakan momi yang dia suka banget : “Momiyo Kakakyo hebat..masak yummyy…”

* Saat momi mau kerja : “momi ga usah keja..popi aja cai uang..momi maen sama kakayo ”

*Saat disuruh ganti baju dan mau diajak jalan2 : “hoee..hoee..assyyikk…cihuy…popi kiyen (baca : keren)”

* Saat dia manggil mba suster nya dan susternya jawab ,Abi bilang ke momi : “tuhhh kaaan…mbak nuwut (baca nurut )”

*Saat enin naek ojek mau ke pasar , Abi pesen ke tukang ojek “oom…ati2 ante enin ya…”

* Saat momi pake baju u can see yang Abi gak suka : “momi…ketek momi kiatan, kaka ga suka…Momi ganti….”

image

image

Leave a comment »

Cotton Japanesse Chesse Cake

Ini cerita nya bikin buat Abi, buat cemilannya, jadi gula nya dikit aja.Mudah2an Abi suka..karna minggu kemaren aku bikinin cake roti keju, Abi gak gitu suka..Sejak beberapa minggu terakhir, Abi jadi kurang suka ngemil dech.Tapi mam buah nya yang banyak.
Kalo cookies emang aku skip dulu , cuaca lagi jelek, takut tenggorokannya kering.

Owiya, resep cheese cake ini nyontek dari blog favorit ku : http://www.justtryandtaste.com dengan penyesuaian dikit.

Yukkk…kita liat .

BAHAN :
170gram cream chesse
130mili cream kental / whipping cream
Butter yang unsalted : 30gram
Putih telur : 3 butir
Kuning telur : 3 butir
Gula halus : 70gram
Terigu : 40gram
Maizena : 30gram

CARA :

Siapkan loyang bundar diameter 18 cm , olesi mentega dan lapisi dengan kertas roti. Panaskan oven dengan api sedang.

Dengan teknik double boiler : panaskan cream chesse, krim kental dan butter hingga semua leleh dan mengental.Rajin diaduk

NOTE : Teknik double boiler ini maksudnya : pake dua panci, panci bawah ukurannya lebih kecil, diisi air dan didihkan. Panci kedua ukurannya lebih besar, diisi campuran cream chesse tadi.

Setelah leleh dan kental,angkat dari kompor, masukkan kedua tepung yang sudah disaring, aduk rata dengan spatula. Setelah adonan dalam kondisi hangat (jangan panas ) , masukkan kuning telur satu per satu,  aduk rata, sisihkan

Di mangkuk terpisah, kocok putih telur dan gula halus hingga kaku dan berkilat.

Masukkan adonan putih telur ke adonan keju, aduk dengan teknik membalik (kaya kalo lagi ngegoreng )

Tuang kedalam loyang, oven dengan teknik aubain marie selama kurleb 45 menit.

NOTE: lebih baik kalo loyang kuenya dilapisi aluminium foil supaya gak ada aer yang ngerembes masuk ke adonan.

Hasilnya : so chessy dan so pluffy alias soft banget..yummy…

image

1 Comment »

Tugas Kantor vs Abi

Setelah nyaris 2 tahun selalu berhasil menghindar dari tugas ke luar kota dari kantor, sekarang gagal!
Di tempatku, dengan posisi sebagei trainer, kalo ada update materi learning baru, trainer harus ditraining dan di certified dulu sebelum nge training RM alias Relationship Manager.Namanya TTT alias Train the Trainer to Train.Biasanya diadain di Singapore as our Asia Pasific Head Quarter

Yep! Selama ini aku berhasil minta dispensasi berkali2 dengan alesan masih nyusui.Terkecuali yang ini nih.Karna training ini wajib diikuti semua RM Baru dan di embed dalam program induction , jadi ini adalah responsibility nya aku , as the training champion and for that, i will have to be certified first.Gitu looh *padahal ga ada juga yang pengen tau yaaa*

Tadinya Abi akan ditinggal aja, well kurang lebih seminggu.Tapi pas kita trial bobo pisah, gagal booo…Abi tetep aja bangun tengah malem, nyari nenen nya.Dikasih susu uht coklat ( yang jelas2 maniss ) pun Abi ogah.

Enin umroh pula di tanggal segitu.Jadi Popi gak pede dech kalo Abi ditinggal.Selain itu kasian juga..nangis nya ngejer booo.
Telfon nenek Palembang (nenek Bandung juga umroh bareng enin) , dengan terpaksa ngerepotin, dibawa ke singapore untuk ngawasi Mbak suster dan Abi.

Rencana akan rent a daily apartment dideket kantor sana , 5 minutes walking (ideal yaaa) .Browsing2 flight, kok ya naek SQ lebih murah dari Garuda..Belum diputusin flight nya naek apa.Pengennya Air Asia, tapi untuk tiket ku takut gak bisa di reimburse ke kantor karna gak sesuai standard policy.Mbak suster pun belum dibikinin passport karna dokumennya belum juga nyampe dari kampung nya.

Ditotal total, banyak juga expense yang harus di budget in.Tapi seperti kata popi, itu konsekuensi nya demi Abi.Aku boleh pergi asal Abi tetep nyaman. *sigh a bit * well..uang bisa dicari toh ya..Yang penting, Abi nyaman..
Bismillah aja , Allah yang Maha ngatur rizki.We do love You, Abi…

Leave a comment »