Riniivan's Blog

Something about my life

Ibu RT vs Working Mom

on February 14, 2013

Akhir2 ini ruamee banget aku baca beberapa status wall fb temen2ku mengenai occupation alias status seorang wanita , antara : ibu RT alias Full Time Mom vs Working Mom ( tapi bukan berarti half time Mom ya? ).

One side, mereka ngerasa gak dihargai, kurang dianggap keren, dan perasaan2 lain yg intinya seolah2 occupation mereka dianggap remeh by other party.

On the other side, ada yg bersuara, by working, i could afford more to the family, ada yg bilang aktualisasi diri, ada yang ngaku working for money ^_^

Jujur, aku miriisss banget :’-(
Sedih booo…
Bukan karna aku adalah working Mom, bukaaaannn..
Aku adalah produk Ibu Rumah Tangga dan sedikit pun aku tak pernah malu dengan profesi Ibuku, apalagi menganggap nya gak penting.
Bahkan, kalo mau jujur, menjadi Ibu RT adalah cita2ku sedari dulu, jaman masih remaja sampe sekarang #walo nasib berkata lain#

Kenapa harus saling menyerang? Kenapa yang satu merasa lebih baik dari yang lain dan sebaliknya ? Kenapa harus saling menjelekkan? #sedih banget untuk dibaca, komen2 emosional di public space , yg seolah mengeneralisasi#

I bet all know bahwa profesi Ibu adalah profesi yg secara otomatis kita jalani, begitu punya anak. Jadi semua wanita yang punya anak adalah seorang Ibu! Mau mereka kerja kantoran, enggak kerja, punya bisnis, kerja di sektor informal, mereka adalah IBU untuk anak dan keluarga mereka.
Sekarang tinggal bagaimana kita menjadi Ibu yang baik untuk anak2 dan keluarga kita.

Tidak menjadi jaminan bahwa working mom tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi keluarganya, dan hal itu juga berlaku bagi full time mom, tidak semua full time mom bisa memberi contoh yang baik bagi anak dan keluarganya.

Bukankah akan lebih bijaksana jika kita tidak menjudge pihak lain dan tidak perlu pula sibuk membela diri terhadap sesuatu yang sebetulnya tidak crucial.

Pengabdian kita sebagai Ibu akan dinilai melalui keluarga dan anak2 kita.Sudah baguskah ahlak anak2 kita? Sudah kah rumah menjadi surga bagi anggotanya? Is it just a house or they call it home? Simply that! And both working Moms and full time moms are deserved to be called as GOOD MOMMY

Anak dan keluarga kita adalah juri, bukan orang lain.Tidaklah penting how people judge us, karna mereka tidak melihat prosesnya bagaimana kita jumpalitan untuk menjadi ibu yang baik.
Mereka hanya melihat gambar luar, ooohh dia working mom, nitipin anaknya ke orang lain, sok ngerasa paling super.Atau sebaliknya oohh dia adalah Full Time Mom, gak gaul, sekolah tinggi ujung2 cuma dapur.

Kalau niat kita lurus, menjadi Ibu, harusnya kita tidak meminta acknowledgment dari pihak mana pun karna penghargaan bagi Ibu adalah cinta dari anak2 dan suaminya.

Baik bekerja atau tidak, kita adalah tetap Ibu bagi anak2 kita, sejak kita masih mengandung mereka dan kontrak itu secara otomatis menjadi milik kita , menjadi seorang Ibu. Dan kelak, masing2 dari kita akan mempertanggung jawabkan profesi ini kepada Sang Empunya hidup.Yuukkk , working mom, full time mom, mari kita terus dan terus belajar dan berusaha menjadi IBU yang baik at least untuk anak2 kita ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s