Riniivan's Blog

Something about my life

Lelaki Yang Kupanggil Papa

on May 17, 2014

Ngebaca tulisan ini dari blog favoritku http://zulfiakmal.wordpress.com/2014/05/11/berbaiklah-kepada-istrimu/

With wet eyes langsung inget Papa. Ya, lelaki yang kami, 4 anak perempuannya, panggil Papa.Lelaki yang keras tampak luarnya, tapi teramat sangat lembut hatinya, terutama menyangkut 4 anak perempuannya.

Ini adalah catatan tentang ayahku, lelaki pertama dalam hidupku, gambaran cita2ku tentang suami, sejak aku masih kecil ( ya, dulu aku selalu bilang, suamiku kelak akan seperti Papaku ), satu2 nya lelaki yang bisa membuat mataku basah mengingatnya, orang yang paling tidak ingin aku kecewakan : PAPA.

Rasa2 nya, aku belum pernah secara lisan mengucap terima kasih pada Beliau, pada pengorbanannya, pada kasih sayang nya, pada selalu ada nya beliau kapan pun aku butuhkan. Dan terutama, terima kasih untuk menjadi contoh ayah dan suami yang baik, sehingga Alhamdulillah, gambaran itu yang aku dapat saat ini dari suamiku.

Terima kasih Papa, untuk hampir setiap malam menemani ku saat masih kanak2, menggosok punggungku dan menina bobokan aku.Terima kasih, karena sekarang, itulah yang aku dapat dari suamiku.Setiap malam, menantumu selalu menyuruhku tidur lebih awal dan beliau yang menemani anak kami hingga tertidur.

Terimakasih karena dulu Papa selalu membantu mama meringankan tugas rumah tangga, karena sekarang pun, betapa aku sangat terbantu oleh suamiku, menantumu, yang walau sepanjang hidup singlenya dulu mungkin hampir tak pernah turun ke dapur, dan Alhamdulillah tanpa pernah diminta, tanpa pernah aku mengomel, beliau selalu bersedia membantuku dengan pekerjaan rumah tangga.

Terima kasih untuk selalu ada bagiku dulu, ingatkah Papa, saat aku skripsi, menemani ke warnet untuk tambahan referensi, dengan tak pernah mengeluh atau cemberut sedikitpun, selalu mengantar dan menunggui ku, atau menemaniku kee perpustakaan ber jam jam di hari Sabtu. Karena sekarang, imamku tak pernah membiarkan aku pergi kemana pun seorang diri.Beliau selalu mengantarku kemanapun, menungguiku berapa lama pun , seolah serah terima tugas darimu, Papa? Ya, tanpa diminta .

Terima kasih sudah memberi teladan bagaimana cara memperlakukan istri, karena sekarang, Ayah anakku selalu membuatku merasa istimewa selama aku menyandang status sebagai istrinya  , ciuman hangat setiap saat, pelukan erat setiap aku butuhkan ( hehe..aku ingat baik, Papa dan Mama selalu berpelukan tanpa alasan ). Sekarang aku tau Pa, pelukan itu menguatkan, kecupan di dahi itu menentramkan, usapan dikepala itu menghangatkan.

Terima kasih karena selalu menyayangi dan telaten pada ku. Sebagaimana sekarang , suamiku sangat sabar dan telaten pada anak kami.

Terimakasih atas tak terhitungnya teladan yang kau  perlihatkan kepada ku, yang tak bisa aku uraikan satu per satu saking banyaknya😀

Dan kepada imam ku, terima kasih untuk selalu menjadi teladan bagiku terutama anak kita.Kelak, dia akan mengenangmu sebagaimana aku mengenang ayahku, dan kelak dia akan tumbuh menjadikanmu teladannya sebagai imam, sebagaimana aku menjadikan ayahku teladan dalam mencari Imam.

Alhamdulillah

PS : from 4 daughters my Daddy has, all are loving him so deeply and all made him  the standard for their own Imam.Alhamdulillah.Thank You so much, Papa♥♥♥


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s