Riniivan's Blog

Something about my life

“Mengukum” Anak.

on May 23, 2014

image

Again, got that writing from somewhere at Social Media dan tangan ini gatel pengen nulis.

True! If we phisically punished the kid, he just remember onething : ” how not to get caught next time”. Disamping, tentu ada beberapa lagi dampak negative nya such as : anak jadi temperamental, ngga jujur ( untuk ngehindari hukuman ), ngga percaya diri de el el.

Jadi? kalo anak salah? ngga dihukum?
Well, I and Popi are not the expert.But for sure we both really hope to have a shaleh – good kid. Selama ini kami coba terapkan hukuman non fisik ie time out ato coba ajak dia menyepi dan ditanya, kenapa? Kenapa!

Kami juga lebih ke menanamkan rasa sayang orang tua ke Abi. No matter what he does, good or bad, we do love him sincerely. No cost! Yang kami tekankan adalah : Dia sayangkah pada kami? Kalo iya, kenapa dia bikin kami sediih? Kalo Abi ngelakuin sesuatu yang keliru , aku ngomong sama Abi dan enggak memperlakukan dia sebagai anak kecil, kadang aku nangis sambil ngomong kenapa aku sedih.Ya, beneran nangis. Reaksi Abi? Dia bingung, menyesal teramat sangat dengan ujung ikut menangis karna sudah bikin aku nangis.

Dan itu merupakan hukuman yang paling efektif untuk Abi. Dia ngerasa bersalah karna sudah bikin momi nya sedih.

Aku dan Popi juga sedari dini mengajarkan Abi hidup prihatin.Wanna get something? Do something.Nothing comes for free , we have to fight for it.He does something wrong? Repair.
Mengajarkannya untuk sayang dan “kasihan” pada orangtua yang ngga pernah berhenti berjuang untuknya.

Dan hal itu efektif buat Abi yang keras kepala.Setiap kali dia ngelakuin sesuatu which are not on the track, dia di time out dan selama masa time out, dia mengungkapkan, kenapa.Lalu kami pancing, jika A yang jadi penyebab dia memukul, dampak nya apa? kenapa dia tidak melakukan B, kok pilih memukul.

Kalo dia mukul, apa yang terjadi pada Popi dan Momi nya?

Tidakkah dia ingin popi dan mominya kelak masuk surga bersamanya dan dijemput oleh Abi?

Semua ditanya dgn bahasa singkat dan tegas.

Kelak kalo dia besar pun, ( semogaa tidak akan terjadi ) , saat dia berbuat keliru, kami akan menerapkan lebih baik kami menghukum diri kami yang gagal mendidiknya menjadi anak baik.# inspired by Gandhi

Kalopun Abi terpaksa dihukum, bukan karna momi dan popinya marah, emosi atau kecewa, melainkan karna tujuan mendidiknya menjadi lelaki sholeh, hanya itu.

We do love You , Nak.Bahkan Lukman pun memulai tahap pembesaran anak dengan kata ” JANGAN”.
Jangan sekutukan Allah.Maka Nak,  Jika kami berkata ” Jangan ” padamu, cobalah untuk maklum.Terkadang , beberapa hal tidak bisa diganti larangannya dari kata “jangan”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s