Riniivan's Blog

Something about my life

Bingung Nentuin Judul

on November 18, 2014

Hari Kamis pekan lalu, kami ke Lampung, ngehadirin nikahan adik sepupu saya yang Alhamdulillah mendapat pasangan hidup dari Tanah Lampung.Dan tentunya berkesempatan silaturahmi ke adik kandungku.Daan Alhamdulillahnya lagi, semua adik2, papa dan mama pun bisa ikut hadir, jadi bisa sekalian ngumpul, reuni, anak,mantu dan cucu2.

Abi sangat excited bisa ketemu kakaknya, Mas Raafi.Saking over excited nya, hari Minggunya Abi demam, mungkin karna kecapean dan kurang tidur ya..#Alhamdulillah, hari ini udah sehat lagi.

Adikku itu tadinya seorang Ibu bekerja.Iya, bekerja di salah satu bank BUMN dengan posisi yang cukup oke dan menjanjikan, juga dagang on line udah kurleb 3tahunan. Beliau memiliki 3anak, 2 diantara mereka adalah kembar, ketiganya lelaki ganteng.Satu bulan yang lalu, adikku ini memutuskan resign dari tempat kerjanya setelah 10tahun lebih mengabdi,memutuskan untuk fokus membesarkan sendiri  3 anaknya.

Anaknya yang pertama, kakaknya Abi : Mas Raafi berumur 5.5 tahun, dan twins Mas Bagas dan De Bagus, berumur 1 tahun.Adikku itu melepas semua yang disukainya dari pekerjaannya demi keluarganya.Bukan karna dia latah ikutan kakaknya ini (baca : saya ), bukan karna dia ingin dicap sebagai ibu yang baik, bukan karna dia ingin tindakannya resign itu disebut pengorbanan, melainkan karena tuntutan.Karna dia telah memilih. Memilih melepaskan pekerjaan dan karirnya dan semua pendapatannya untuk memenuhi kewajibannya sebagai ibu dan istri. Karna waktunya untuk dia telah tiba, saat anak dan keluarga tidak bisa lagi berjalan baik dengan nyambil kerja.

Saya melihat betapa dia pontang panting tanpa Asisten Rumah Tangga, menghandle semua pekerjaan mulai saat matahari masih cukup jauh untuk terbit.Semua dilakoninya tanpa kesal.Jumpalitan berjibaku dan berpacu dengan waktu. Selain itu, adikku masih sempat mensupport suaminya, mencari tambahan income dengan berdagang pakaian on line dan berjualan nasi minyak. Seringkali melewatkan jam tidur saat ada pesanan nasi minyak lengkap dengan lauk opor dan malbi nya.Mencuri2 waktu menjalankan bisnis on line nya saat anak2 tidur.Dan hati saya basah.Jauh lebih basah dari mata saya saat menulis ini.

Bukan, saya bukan mengasihaninya.Itu adalah Qadarullah baginya dan saya bangga sekali padanya. Saya justru mengasihani diri saya yang kadang lupa bersyukur saat tubuh ini lelah mengurus rumah.Sementara apa yang saya lakoni setiap hari, mungkin hanya seperempat dari apa yang dilakoninya.

Saya bermohon kepada Allah, semoga dia dikaruniakan fisik yang sehat, keikhlasan yang besar dan kesabaran yang banyak.Inshaallah, ladang amal dan pahala yang didapatkannya  akan berlipat2.Inshaallah jalan yang dipilihnya itu tidak pernah salah.Itulah ketetapan Allah baginya.Semoga Mas Raafi,Mas Bagas dan De Bagus kelak, senantiasa menyadari dan bersyukur atas jalan yang telah dipilih ibu mereka.

Barakallahu fiikum, adikku sayang.

image

their sweet family plus Abi

image

us plus Mas Raafi

image

All grandsons

image

Popi with De Bagus dan Mas Raafi

image

image

Momi with Mas Bagas

image

image

Abi dan Mas Raafi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s