Riniivan's Blog

Something about my life

Selamat Hari Guru.

on November 26, 2014

image

Telat 1 hari sih..tapi tak masalah.

Menurut wikipedia –  http://id.m.wikipedia.org/wiki/Guru
“Guru adalah pendidik dan pengajar padapendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.”

Guru paling berkesan bagi saya? Hampir semua Guru SD saya dulu plus 1 orang guru SMP yang mengajar Bahasa Inggris.Yang lainnya? Terkenang tapi tanpa kesan khusus😀

Cita2 saya sejak SMA adalah menjadi guru.Tapi entah kenapa, orangtua tak merestui dan tak menganggapnya cukup layak. Seingat saya, dua kali membeli formulir UMPTN karena di form yang pertama, saya mengisi FKIP sebagai pilihan fakultas dan jurusan.Berhubung ditolak orangtua ( dan saya menangis berhari2 saat itu , dengan hasil sama, penolakan ). Maka di form kedua yang saya beli, saya pun mengisi Fakultas Teknik sebagai pilihan utama, yang direstui orangtua dan akhirnya lulus.

Menamatkan pendidikan S1 , cita2 saya belum kandas. Saya mendatangi dosen pembimbing dan dengan mata basah, menyampaikan padanya bahwa saya mau jadi guru ( karena beliau saat itu juga menjabat sebagai salah satu Dosen senior di beberapa kampus dan Dewan Pembina di salah satu SMA dikota ku ). Saat itu beliau menantang saya dengan jargon : jadi guru tidak akan kaya harta.Saya kekeuh.Beliau bilang : untuk seorang Sarjana Teknik, kerja di industri jauh lebih menjanjikan, saya pun tetap kekeuh mau jadi guru.

Melihat  kesungguhan niat saya, saya pun dimentor oleh beliau, saat skripsi, nyambil jadi asisten beliau, mengajar kelas semester 3, dengan co fasilitating tanpa dibayar .Saya bahagia teramat sangat.Tanpa bayaran dan iming2 apa pun.

Singkat cerita, saya pun dipercaya beliau  dan lulus tes mengajar di salah  satu kampus swasta.Dipersingkat lagi ceritanya, benturan datang bertubi2 dari sana sini hingga akhirnya saya menyerah.Saya meninggalkan dunia mengajar, yang selama hampir 2.5tahun saya perjuangkan. Dosen saya hanya bilang, the teacher is not to be born.Menjadi guru adalah panggilan.Dan dia melihat hal itu sangat kuat ada pada diri saya. Beliau wafat dengan pesan, be a good teacher, at least for your own children.Dont ever kill the gift.

Waktu berlalu bertahun2, saya kerja di sektor perbankan tapi hasrat mengajar tetap tumbuh.Sepulang kerja, tanpa rasa lelah, saya mengajar di salah satu tempat kursus Bahasa Inggris di kota saya, juga hari Sabtu, saya menjadi guess teacher di kelas2 guru2 lain, dengan bayaran rasa bahagia dan kepuasan batin.Saya membawa kebahagiaan bagi anak2 yang rata2 SMA.Kelas saya selalu penuh, ramai, penuh tawa, full English, dengan hujanan hadiah murah meriah bagi kurid2 yang aktif , dan semuanya aktif jadi semua dapet hadiah dech, semua jaim hilang, semua merasa tertantang.

Rupanya lagi2 hal ini mengganggu guru2 lain yang metode mengajarnya masih 1 arah dan teoritis.Mereka melayangkan protes pada pemimpin karna sebagian besar murid mereka pindah ke kelas saya .Karna murid2 di kelas mereka mulai membanding2kan mereka dengan saya.

Ahh..lagi2, demi kebaikan bersama, saya pun mundur dan saat bersamaan harus hijrah ke Jakarta. Tapi Allah Maha mengatur.Di ujung masa lelah saya terjun di team bisnis bertahun2 , saya akhirnya mendapat kesempatan join di tim support, as a facilitator.Tugas saya : mengajar RM2 baru ( Relationship Manager ).

And yes! that’s the happiest moment of my working at the bank.Kelas saya selalu penuh aktivitas, belajar product knowledge terasa begitu colourful dan menarik. Tapi, sekali lagi, Allah Maha Tahu apa yang terbaik.

Saya meninggalkan passion saya itu, dengan segala suka dan suka nya, dengan keridhoan tinggi, demi menjadi madrasah bagi anak saya, Abisha.

Saya menyesal? Tidak.Saya menyalahkan orang tua yang tidak merestui saya menjadi guru? Sama Sekali Tidak.Semua sudah saya usahakan, tapi Allah memberikan yang terbaik buat saya.

Ya, sekarang saya adalah guru bagi Abi, di #sekolahbumomi, nama yang diberikan anak saya atas aktivitas kami. Saya bersyukur malah, dengan bekal dan pengalaman saya dimasa lalu, saya sangat bersemangat merumuskan materi2 bermainnya Abi dengan selipan2 aktivitas belajar nya. Allah Maha Tahu apa yang terbaik.Dan ini adalah Qadarullah bagi saya. Alhamdulillah ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s