Riniivan's Blog

Something about my life

Saat Abi Ingin Maenan

on December 20, 2014

Ini tulisan tentang Abi yang ingin beli mainan setelah sekian lama dia menjadi anak Popi Momi nya. Sebelum2nya, dia ngga pernah meminta dibelikan mainan apa pun saat kami jalan ke mall dan melewati toko mainan anak2.Biasanya dia hanya minta waktu untuk melihat2, ato pegang2, lalu kami bertiga pun berlalu.Memang dari dia baby, udah dibiasain, ngga pernah beli maenan saat dia menginginkan.Kalo pun dia ingin, kami memintanya berdoa pada Allah supaya Popi dan Momi diberi rizky cukup untuk bisa beli maenan itu, dan sisanya, dia diminta bersabar.

Naah, saat masih kerja dulu pun, udah begitu cara kami membelikannya maenan, walopun budget nya ada, dia tetap harus mengunggu, Popi dan Mominya dapet rizky dari Allah, biasanya 1mingguan kemudian, barulah kami beliin dan dijadiin hadiah atas achievement nya menjadi anak baik. Sejak mominya ngga lagi kerja, rata2 kami bikin berdua Abi dech aneka maenannya hihihi, jadi udah 1tahun lebih belum beli maenan lagi.

Naah, sudah lama banget Abi mengidamkan kereta Thomas yang dulu dia pernah miliki untuk kemudian “hancur” tercerai berai dibongkar2 Abi.

Suatu ketika,  saat melewati toko mainan sekelarnya momi belanja sayur organik mingguan Abi, Abi minta ijin liat2 ke toko itu ditemenin Popi dan momi melipir ke toko buku disebelahnya, beli kertas warna dan double tape untuk keperluan #sekolahbumomi.

Tetiba, dengan tampang sendunya, Abi mendekati saya yang telah selesai berbelanja, nanya dengan berbisik “Mom, momi punya uang?” Saya balik tanya “untuk apa, Kak?” Dijawabnya ” untuk beli Thomas,Mom”.

Saya udah dapet isyarat dari popi bahwa Abi pun udah minta ke Popinya, lalu saya ajak dia duduk di bangku lobby mall tak jauh dari lokasi toko, saya jelaskan,bahwa saya dan Popinya tidak punya slot untuk mainan.Bahwa saya sekarang toh tidak kerja lagi bantuin Popi cari rizky, jadi uang Momi Popi hanya dari Popi dan harus cukup untuk bayar2 yang penting, belum cukup untuk beli maenan. Sediiih sekali hati ini melihat matanya memerah menahan kecewa.

Popipun memeluknya dan menawarkan alternatif lain, yakni maen bola di rumah, pake ember cuci momi sebagai keranjangnga dan nanti momi bikinin coklat hangat biar semangat. Sinar mata Abi pun kembali , meski sepanjang perjalanan pulang, di mobil dia dieem aja, ngga seperti biasa, lalu dia bilang ke popinya, “makasih ya Pop, udah cape kerja buat kaka dan momi, beli Thomasnya ngga jadi aja, kan maenan kaka masih ada ya,Pop”

Malam itu , dalam gelap di mobil menuju rumah, mata saya basah, tenggorokan saya tercekat. Dia, sekecil itu, sangat berterima kasih pada popinya yang udah kerja keras tanpa dibantu mominya, sehingga momi bisa dirumah aja 24jam, sama dia.Dan sampe sekarang, dia ngga mau menukar mominya ini dengan apa pun, just name any, dia ngga mau.

Kami berencana, membelikannya kereta Thomas,minggu depan, setelah dia bersabar dan berdoa.Biasanya, saya yang akan ngabarin ke Abi, bahwa doanya dikabulkan Allah, bahwa Allah ngasih Popi rejeki jadi bisa beliin yang Abi pengen, dan biasanya dia akan bilang “Alhamdulillah…yeaay…yeaayy …makasih ya Allah”, lalu loncat2 😀

We do love You, Nak


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s