Riniivan's Blog

Something about my life

Sekilas HS

on March 4, 2015

Dapet bacaan ini dari grup WA ibu2 HS,boleh juga untuk file🙂

Tujuh pertanyaan yang sering diajukan mengenai homeschooling adalah:
• Adakah homeschooling di kota saya? Di mana saya bisa mendaftar homeschooling?
• Berapa biaya homeschooling yang harus saya bayar?
• Bagaimana ijazah anak homeschooling? Apakah anak homeschooling bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi?
• Bagaimana sosialisasi anak homeschooling?
• Sejak usia berapa anak bisa homeschooling?
• Bagaimana standar dan kurikulum homeschooling?
• Apakah saya bisa melaksanakan homeschooling sambil bekerja?

• Adakah homeschooling di kota saya? Di mana saya bisa mendaftar homeschooling?
Homeschooling/HomeEducation adalah model pendidikan di mana keluargamemilih untuk bertanggung jawab sendiri atas proses pendidikan yang dijalani anak-anaknya. Jadi, HS/HE bukan sebuah lembaga atau institusi. Di dalam penyelenggaraan HS/HE, orangtua dapat memilih apakah menyelenggarakan sendiri proses HS/HE atau menggunakan bantuan lembaga lain. Lembaga yang membantu proses HS/HE bisa berupa klub, bimbel, kursus, penyelenggara ujian, dan sebagainya.

Di Indonesia ada sedikit salah-kaprah dalam penggunaan istilah HS. Banyak lembaga yang mempromosikan diri sebagai homeschooling. Lembaga yang sering mempromosikan diri sebagai HS sebenarnya menimbulkan kerancuan tentang istilah HS. Sebab, sesuai dengan namanya (home) dan praktek yang umum di seluruh dunia, HS itu bentuknya adalah keluarga, tak pernah berbentuk lembaga.

Jadi, untuk menjalani HS/HE, Anda tidak harus mendaftar ke mana-mana. Yang perlu Anda perlukan adalah mencari teman seperjuangan, sesama praktisi HS/HE yang ada di kota Anda agar bisa berkegiatan bersama (jika diperlukan)

• Berapa biaya homeschooling yang harus saya bayar?
Pertanyaan di atas diajukan dengan asumsi bahwa proses belajar yang dilaksanakan di dalam HS diselenggarakan oleh sebuah lembaga. Jika difahami bahwa HS/HE adalah pendidikan berbasis rumah, yang diselenggarakan oleh keluarga, maka biaya yang dikeluarkan dalam HS/HE oleh setiap keluarga bisa sangat bervariasi. Variasi besaran biaya HS/HE sangat lebar tergantung pada standar, fasilitas, dan program yang dilaksanakan dalam HS/HE. Inilah yang disebut dengan fleksibilitas pembiayaan.

Fleksibilitas pembiayaan merupakan salah satu kekuatan HS/HE. Setiap keluarga HS/HE dapat menyesuaikan anggaran pendidikan & memaksimalkan biaya yang dikeluarkan karena memiliki kontrol sepenuhnya atas pemanfaatan uang yang dikeluarkan. Intinya, biaya dapat diatur menyesuaikan kemampuan keuangan keluarga. Jika memilih menggunakan materi eksternal (kurikulum, bahan ajar siap pakai) dan layanan eksternal (tutor, konsultasi, kursus, dsb), maka ada biaya yang dikeluarkan. Jika ingin menghemat, maka keluarga harus menggunakan kreativitasnya untuk menemukan solusi yang berorientasi pada tujuan, dengan sarana yang berbeda dari layanan berbayar.

• Bagaimana ijazah anak homeschooling? Apakah anak homeschooling bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi?
Menurut UU no. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) ada 3 jalur pendidikan yang diakui pemerintah, yaitu: jalur pendidikan formal (sekolah), nonformal (kursus, pendidikan kesetaraan), dan informal (pendidikan oleh keluarga dan lingkungan).

Anak-anak yang belajar melalui HS/HE (jalur pendidikan informal) dapat memperoleh ijazah dengan cara mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Ujian Kesetaraan terdiri atas tiga jenjang, yaitu Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Dengan memiliki ijazah Paket C, seorang anak dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi manapun baik negeri/swasta.

• Bagaimana sosialisasi anak homeschooling?
Ada dua model sosialisasi yang biasanya dikenal, yaitu sosialisasi horizontal (seumur) dan sosialisasi vertikal (lintas umur). Pergaulan di sekolah merupakan contoh paling jelas mengenai model sosialisasi horizontal. Sosialisasi horizontal menjadi salah satu ciri utama bentuk sosialisasi. Sementara itu, anak-anak yang dididik dalam HS memiliki model sosialisasi yang berbeda Anak HS/HE bersosialisasi dengan anggota keluarga dan masyarakat yang ada di sekitarnya, yang sebagian besar memiliki usia yang berbeda.

Model sosialisasi lintas-umur adalah merupakan model sosialisasi utama di dalam homeschooling, yang dijalani selama proses pendidikan yang dijalaninya. Anak HS/HE memang memiliki model sosialisasi yang
berbeda dengan anak-anak sekolah, tapi kualitasnya tak bisa dinilai lebih buruk. Bahkan, dalam riset justru ditemukan keunggulan kemampuan sosialisasi anak-anak HS/HE yang terbiasa dengan sosialisasi lintas-umur.

• Sejak usia berapa anak bisa homeschooling?
Pendidikan pada hakikatnya dimulai sejak bayi lahir. Bahkan, beberapa pendapat menyatakan bahwa pendidikan telah dimulai saat bayi masih di dalam kandungan. Sebab, bayi yang berada di dalam kandungan sebenarnya sudah dapat berkomunikasi dan menyerap apa yang di sekitarnya melalui ibunya.

HS/HE pada usia dini bukanlah mengajari anak untuk belajar membaca, menulis, matematika, dan hal-hal akademis lainnya sejak bayi. Pendidikan anak pada usia dini menekankan pada pola pengasuhan yang sehat (good
parenting). Selain itu, pendidikan anak usia dini juga ditujukan sebagai pondasi bagi anak agar memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut (sekolah dasar).

• Bagaimana standar dan kurikulum homeschooling?
Karakter dasar yang melekat pada HS/HE adalah customized education, pendidikan yang dikustomisasi atau disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak.

Dari sisi metode, banyak model teoritis HS/HE, mulai yang bersifat sangat tidak terstuktur (unschooling), hingga yang sangat terstruktur seperti sekolah (school-at-home). Sepanjang tidak melanggar hukum, semua model HS/HE sah-sah saja dipilih karena keluarga lah yang paling tahu  apa yang terbaik untuk anak-anaknya

• Apakah saya bisa melaksanakan homeschooling sambil bekerja?
Pertanyaan ini sebenarnya tidak bisa dijawab oleh orang lain, tetapi harus dijawab oleh penanya sendiri. HS/HE secara prinsip menekankan pada pilihan orangtua/keluarga untuk bertanggung jawab sendiri dalam
pendidikan anak. Keluarga memilih untuk menyelenggarakan sendiri pendidikan, baik secara mandiri maupun menggunakan bantuan orang, lembaga, infrastruktur sosial yang ada di masyarakat.

Dalam prakteknya, sebagian besar praktisi HS/HE adalah keluarga yang salah satu orangtua tidak bekerja, bekerja di rumah, bekerja paruh waktu, atau memiliki pekerjaan yang secara waktu cukup fleksibel. Fleksibilitas waktu itu sangat penting karena salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses HS/HE adalah kualitas pendampingan orangtua.

Jadi, jawaban dari pertanyaan ini berkaitan dengan manajemen proses belajar. Kalau orangtua dapat mengelola proses belajar anak secara baik (dengan tetap bekerja), maka HS/HE dapat dijalankan. Tetapi jika anak
masih belum bisa dilepas untuk mandiri dan proses belajar masih membutuhkan pendampingan yang besar, dibutuhkan pengaturan ulang mengenai pekerjaan yang dijalankan oleh orangtua jika tetap ingin menjalankan HS/
HE untuk putra-putrinya. Mana yang paling baik untuk keluarga Anda? Anda sendiri yang menentukannya.

Materi ini diambil dari ebook FAQ Homeschooling. Bisa diunduh Gratis di: http://rumahinspirasi.com/newsletter-rumah-inspirasi/
Podcast Homeschooling: http://rumahinspirasi.com/podcast-homeschooling-gratis/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s