Riniivan's Blog

Something about my life

Puding Roti Tawar

on March 31, 2015

Ceritanya, kelebihan stock roti tawar, karna pulang kantor ,Popi beli, sementara, saya pun beli di abang2 Sa*i Roti keliling, dan Abi kan lagi dibatesin konsumsi roti tawar putih, dia lagi demen makan roti sobek bikinan mominya :-D  *senyum lebar

Tadinya mau bikin puding roti yang ala2 dessert resto itu, yang dilapis susu telur, kismis ato buah2 seger lain kaya nenas, apel ato strawberry, tapiii, popi dan Abi kurang suka yang versi itu, sementara, kelebihan roti tawar ini lumayan banyak, 1 bungkus. Daripada kebuang, harus segera diolah nih sebelum expired.

Keinget, jaman kecil dulu, mama (nenek Abi ) sering bikin puding kulit roti, dan kebetulan seorang Ibu ( ibu Sjamsiar A )di Facebook, sharing juga resep puding roti tawar ini, ya okelah, dieksekusi dengan modifikasi tentunya.
Saya bikin setengah resep, pake susu, dan keju oles😀 *stock masih banyak,dicicil campur2 ke resep snack dech.Biar glutten free, karna Abi lagi demen banget makan roti ,tepung terigunya saya ganti dengan tepung sagu dan maizena

Pake loyang brownies panjang ,ngga tau panjangnya berapa

BAHAN:
1bungkus roti tawar kupas merk sa*i roti, robek2
500mili susu UHT ( bisa pake santen )
3 sendok makan maizena
3sendok makan tepung sagu
250gram keju oles
100gram margarine, cairkan
5 sendok makan gula pasir ( boleh dimodifikasi kalo suka manis )

CARA :
Rebus susu dan gula hingga mendidih, matikan api, masukkan sobekan roti tawar, diamkan hingga roti lembut.

Saat sudah dingin, proses dengan food processor : campuran roti, keju, tepung, haluskan, tambahkan margarine leleh, haluskan.

Tuang ke loyang yang sudah dioles minyak ato margarin, kukus dengan api sedang sekitar 30 menit.

Saat adonan masuk dandang, pastikan air dandang udah mendidih, tutup dandang dilapisi dengan kain bersih agar tetesan uap air ngga masuk ke kue.

Keluarkan dari loyang saat udah dingin.

Mungkin karna pake tepung sagu dan maizena  teksturnya kenyal kaya kue talam,tapi ngga alot, lembut , halus, pas digigit. Beda dengan tekstur puding bikinan mama saya dulu yang pake terigu. Tetep enaaak kok

image

image


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s