Riniivan's Blog

Something about my life

Catatan Kulwap tentang Home Education

on May 14, 2015

Oke, ini didapet dari salah satu klub HS yg saya join , boleh kali ya, dikeep tanpa disebarluaskan.

Sambil terus menghimpun keberanian dan niat lurus, in case emang ini jalan yg dimau in Abi, meski dari hati terdalam, saya pengennya,Abi sekolah formal untuk tujuan ijazah. Namun, kami sepakat, edukasi tidak untuk dipaksakan, sesuai cita2, kami ingin Abi tumbuh menjadi anak yg bahagia,yang tahu apa yang diinginkannya dan berjuang untuk itu ( tentu selain shaleh ).

Semoga,saya sebagai madrasah utamanya dan Popi sebagai kepala sekolahnya,bisa berhasil menggali apa yang menjadi minat Abi, bisa memetakan dan memaksimalkan potensi dalam diri Abi melalui pendidikan berbasis keluarga

Hidup di dunia hanya persinggahan sekedip mata toh, tujuan nya mengejar surga, bukan dunia,jadi harusnya, kami tidak usah khawatirkan kelak dia bisa kaya dari kerjaannya ( yang mostly butuh ijazah ) atau tidak, selama dia sholeh dan bahagia, itu sudah cukup, seharusnya sudah cukup,buat kami

=================================

📝RESUME KULWAPP IIP  TANGERANG & TANGSEL📝

📅: Rabu, 13 Mei 2015
⏰: 20.00-21.00 WIB
📖 : Home Schooling, bagaimana memulainya
🔈: Mira Julia

Host     : Fatma
Co host: Novita
Admin  : Wida

Materi:
Memulai Homeschooling

Mira Julia

Anda tertarik dengan konsep Homeschooling (HS)? Atau mungkin sudah menimbang untuk mencobanya? Memilih HS untuk anak bukan hal sederhana, banyak hal yang perlu disiapkan orangtua agar dapat menjalaninya dengan baik dalam jangka panjang. Di antara persiapan itu adalah:
1. Mempelajari Homeschooling
Anda perlu belajar & mencari tahu banyak tentang homeschooling, karena filosofi, konsep dan cara kerja HS berbeda dengan sekolah yang kita kenal. HS bukan memindahkan sekolah ke rumah. HS bukan mendaftar & menitipkan anak ke sebuah lembaga tertentu.
2. Bertemu Praktisi Homeschooling
Bertemu & berinteraksi dengan praktisi HS perlu dilakukan untuk mendapatkan sense praktek HS yang sesungguhnya & memperkaya pengetahuan/teori yang Anda sudah dapat dari buku/internet.
3. Mengenali Alasan & Tujuan Homeschooling
Diskusikan dengan pasang & anak (jika sudah bisa diajak diskusi). Karena HS berangkat dari keluarga, maka penting bagi tiap keluarga untuk memulai HS dengan merefleksikan alasan & tujuan mengapa melakukannya.

Secara sederhana, alasan & tujuan homeschooling biasa berangkat dari:
– Orangtua sering berpindah-pindah pekerjaan
– Anak mengalami masalah di sekolah (bully, trauma, dll)
– Anak terlalu cepat/lambat dibanding teman2nya di sekolah
– Concern terhadap kondisi sekolah. Mis: keamanan, tawuran, peer-pressure dsb

Tapi bisa juga karena orantua memiliki bentuk pendidikan ideal yang diinginkan, misal:
– Visi pendidikan yang berbeda dengan sekolah pada umumnya
– Orangtua ingin mengarahkan anak pada bidang tertentu, misal menjadi penghafal Al Quran, pebisnis dll.

Pengenalan alasan ini perlu dilakukan suami-istri untuk menyamakan persepsi & ekspektasi dalam menjalani homeschooling dan menjadi basis dalam merancang Homeschooling seperti apa yang akan dijalani keluarga itu. Karena:
1. Setiap keluarga unik dan HS sangat menghargai keragaman dan keunikan setiap keluarga. Di sinilah pentingnya setiap keluarga merumuskan visi pendidikan yang paling sesuai dengan visi keluarga.
2. Perjalanan HS bukan hanya berisi cerita indah. HS adalah proses rintisan & perjuangan sehingga orangtua perlu membuat rancangan yang sesuai dengan kebutuhan & kondisi masing-masing.
3. Rancangan HS ini bisa menjadi pemandu dalam pelaksanaan HS. Membantu dalam pemilihan model HS, kurikulum, pola kegiatan, materi belajar, juga bermanfaat menjadi alat pembanding saat orangtua melakukan evaluasi praktek HS.
4. Rancangan HS bisa menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan pihak luar, khususnya pemerintah dalam konteks pengurusan legalitas HS.

Bagaimana bentuk Rancangan Homeschooling?
Sesungguhnya tidak ada sebuah standar tertentu bagaimana sebuah Rancangan HS dibuat. Ada keluarga yang membuatnya sangat sederhana, misal: yang penting anaknya berakhlak mulia & menjadi penghafal AlQur’an. Ada yang membuat rancangan menekuni hal yang disukai anak & melanjutkan ke perguruan tinggi.

Tapi ada yang membuat rancangan dengan lebih lengkap. Misal:
– Akidah yang lurus
– Memiliki penghidupan yang layak
– Menemukan & menjalani minat/passion
– Bermanfaat bagi orang lain

Ada juga seperti keluarga pak Dodik & bu Septi yang memiliki visi “inquiry-based learning” yang menekankan pada:
– Intelectual Curiosity
– Art of Discovery
– Creative Imagination
– Noble attitude

Contoh lain adalah keluarga kami yang memilih pendekatan praktis vokasional & profesional. Beberapa hal yang kami identifikasikan sebagai benang merah proses belajar anak-anak kami antara lain:
a. Akhlak kepada Tuhan, Sesama, dan Semesta
b. Bahasa, komunikasi & keterampilan sosial
c. Keingintahuan (curiosity)
d. Logika & matematika
e. Kreativitas & seni
f. Teknologi
g. Kesehatan & kebugaran

Tips Membuat Rancangan Homeschooling
– Niatkan untuk membuat rancangan HS
– Lakukan dialog dengan pasangan
– Lakukan dialog berulang untuk mempertegas kesepakatan dengan pasangan
– Buat rumusan yang sederhana, dapat dimengerti & operasional
– Tulis dan formalkan kesepakatan
– Rancangan yang bertumbug & berkembang

*materi disarikan dari eBook Membuat Rancangan Homeschooling oleh Sumardiono (www.RumahInspirasi.com)

Moga bermanfaat!

📚📚📚📚📚📚📚📚?

SESI TANYA JAWAB

1⃣ Anak saya baru 5 tahun, saya ada rencana HS, tetapi sepertinya kalau di ajarkan ibu nya sendiri susah, te. tapi kalau bareng anak2 lain dan diajarkan gurunya nurut, gmn ya bun buat merayunya..(skrng baru TK A)
1⃣.Homeschooling itu sebenarnya bukan “bagaimana cara mengajar”, tapi HS itu sebenarnya adalah pilihan jalan kehidupan. Kita sama-sama belajar. Dan untuk merayu anak usia TK, kalau dari pengalaman teman -teman praktisi yaaa mereka memang harus bisa menawarkan kegiatan yang asyik untuk anaknya.
Karena anak usia TK itu kan tidak akan paham kalau kita berikan logika yang rumit. Mereka akan condong pada hal yang membuatnya bahagia. Di situ kuncinya. Masuk dari hal yang disukainya ✅
2⃣.sy tertarik HS bun… bagaimana caranya agar anak2 lulusan HS bs dapat diakui dan mendapat legalitas? hrs mendaftar ke lembaga jg kah bila HS?
-ummi rifqi-
2⃣.Untuk legalitas saat ini kita bisa mengikuti via PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat). Melalui PKBM anak-anak homeschooling bisa mendapatkan ijazah kesetaraan paket A (SD) -B (SMP) – C (SMA). Satu hal yang pasti. Homeschooling adalah pendidikan berbasis KELUARGA, bukan berbasis LEMBAGA. Sayangnya di Indonesia homeschooling saat ini dibisniskan oleh lembaga2 kursus yang bisa menjual lebih mahal ketika diberi label homeschooling. 2. Untuk legalitas saat ini kita bisa mengikuti via PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat). Melalui PKBM anak-anak homeschooling bisa mendapatkan ijazah kesetaraan paket A (SD) -B (SMP) – C (SMA). Satu hal yang pasti. Homeschooling adalah pendidikan berbasis KELUARGA, bukan berbasis LEMBAGA. Sayangnya di Indonesia homeschooling saat ini dibisniskan oleh lembaga2 kursus yang bisa menjual lebih mahal ketika diberi label homeschooling. 2. Untuk legalitas saat ini kita bisa mengikuti via PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat). Melalui PKBM anak-anak homeschooling bisa mendapatkan ijazah kesetaraan paket A (SD) -B (SMP) – C (SMA). Satu hal yang pasti. Homeschooling adalah pendidikan berbasis KELUARGA, bukan berbasis LEMBAGA. Sayangnya di Indon byesia homeschooling saat ini dibisniskan oleh lembaga2 kursus yang bisa menjual lebih mahal ketika diberi label homeschooling.
untuk informasi: hanya di Indonesia, HS itu ada di RUKO2…. di negara2 selain Indonesia. homeschooling itu adalah pendidikan berbasis keluarga.✅
3⃣. Kalau untuk kurikulum disamakan dgn yang formal ya bu lala? Kita bisa mendapatkannya dmn?
Bunda fika
3⃣.Kalau acuannya adalah mendapatkan ijazah, kita bisa mengikuti kurikulum nasional. Dan kita bisa mendapatkannya di toko buku atau unduh gratis di http://bse.kemdikbud.go.id/buku/kurikulum2013  Tapi sesungguhnya potensi homeschooling itu jauh lebih luar biasa daripada sekedar mengejar ijazah lhooo bunda Fika😉 ✅
4⃣.Bismillah
Orang banyak mem posting kegiatan anaknya dengan hashtag #sensoryplay #sensorybin #learningthroughplay #emiliareggio#montessoriathome misalnya bermain pasir/beras/garam warna atau mencorat2/menggambar jalan dengan kapur atau membantu ibu mencuci beras apakah itu termasuk home schooling ? Awalnya saya yakin kegiatan2 diatas adalah bagian dari homeschooling tapi ada juga yang bilang itu hanya sekedar permainan. Mohon infonya. Saya banyak mengajak anak2 berkegiatan seperti hashtag2 diatas. Terima kasih (titis)

4⃣.Homeschooling itu adalah: orangtua yang mengambil keputusan untuk mengambil alih pendidikan anak mereka. Jadi kalau orangtua menyekolahkan anaknya tapi melakukan kegiatan  bermain bersama anak, itu adalah proses parenting. Belum tentu homeschooling. ✅

4⃣.Walaupun disitu ada nilai2 edukasinya? (Host)

4⃣. Kan setiap orangtua berhak mengedukasi anak2nya :hanya saja terminologi istilah homeschooling itu adalah untuk orangtua yang memilih untuk mendidik anaknya sendiri atau tidak menyekolahkan anaknya. Maksud saya.. edukasi mah edukasi aja. Mau anaknya sekolah atau tidak kan memang sebaiknya orangtua mengalokasikan waktunya untuk berkegiatan dengan anaknya. Tapiiii kalau mengacu pada istilah homeschooling, bukan dilihat dari kegiatannya tapi dilihat dari apakah anak itu sekolah atau tidak
5⃣. Bu Lala,  web2 apa saja yg bu Lala rekomendasikan sbg inspirasi kegiatan HS?
Selain rumahinspirasi tentunya
Bu inten

5⃣.waaa ada banyak sekali.. bersahabatlah dengan mesin pencari (google). karena ada banyak sekali materi inspirasi kegiatan yang bisa di dapat di sana. Misal untuk belajar gratis bisa di https://www.khanacademy.org/
https://code.org/
https://www.cursera.org/

kalau untuk kegiatan anak2 usia dini bisa di http://kidsactivitiesblog.com/

atau lihat di bookmark saya aja: https://www.pinterest.com/mirajulia/

6⃣Tahapan memulai hs itu kalo sejak usia 2 th, seprti apa?
Apakah yg hs itu bisa bersosalisasi denga baik sama temen temennya
Novita

6⃣.Kalau usia 2th itu banyak eksplorasi dan main. Panduannya bisa melihat dari checklist indikator perkem..bangan anak sesuai usia. Bisa diunduh gratis di http://rumahinspirasi.com/checklist-indikator-perkembangan-anak-usia-2-3-tahun-diknas/
Untuk sosialisasi. JUSTRU alasan saya homeschooling adalah supaya anak saya punya pergaulan yang luas tidak hanya dengan teman sekolahnya saja. Dengan homeschooling saya ingin anak saya punya waktu lebih banyak untuk bergaul/bersosialisasi 😍✅

6⃣.Jadi sering berpetualang gitu ya bu lala, kalau istilah IIP tour de talent?
hehe.. (host)

6⃣.logikanya aja deh mbak. Kalau sekolah itu kan berarti dalam rentang sekian belas tahun kita berada dalam satu kondisi yang membuat kita bergaul dengan teman sepantar. Padahal dalam kehidupan nyata, kita tidak pernah berada dalam suasana yang usianya sepntar. Misal: di kantor, bos, relasi, anak buah usianya jarang yang sepantar kan? Di rumah, di lingkungan perumahan, di tempat kegiatan. Jadi sebenarnya sosialisasi di sekolah itu sosialisasi horizontal, padahal di dunia nyata sosialisasinya vertikal.✅

7⃣. Apa keuntungan dan kerugian jika kita mendaftarkan anak kita secara legal lwt PKBM?
Krn setahu saya, nntnya akan ada evaluasi berupa ujian gt dr pihak PKBM. Brarti mau ga mau, anak harus menguasai materi tsb, walaupun tdk sesuai dgn keinginan anak?
.Sifa.

7⃣.maksudnya keuntungan atau kerugian itu bagaimana mbak? Setiap pilihan itu kan ada konsekwensinya. Berbeda dengan dunia sekolah yang semuanya HARUS…. Dalam homeschooling itu kata kuncinya adalah BOLEH. Boleh pakai ijazah boleh tidak, boleh pakai kurikulum boleh tidak, boleh daftar PKBM boleh tidak. Makanya tadi di awal… sebelum mulai homeschooling, orangtua harus menggali dulu visi keluarga dan visi pendidikannya. Lalu lihat, apakah homeschooling jalan untuk mencapai visi itu? Kalau ternyata sekolah ya sekolah lah, kalau pesantren ya pesantren lah.. karena niscaya setiap jalan pendidikan itu adalah jalan. Tidak ada jalan yang terbaik, yang ada adalah jalan yang palin cocok dengan keluarga masing2.✅
8⃣. Kalau saya baca materinya, berarti setiap keluarga itu memakai pendekatan masing2, tergantung visi misinya, kalau pendekatan vokasional itu seperti apa bu?

8⃣.Pendekatan praktek bukan teori ;)✅
9⃣. Perlu gak utk ortu terus menguatkan knowledge ttg permen yg berkaitan dgn hs?
Dan bagaimana kah pengaruh peraturan tsb kpd para praktisi hs?
Bunda adit

9⃣.Pada kenyataannya, hukum di Indonesia itu sangat mudah berubah. Apa yang menjadi kebijakan di pemerintahan kali ini, belum tentu menjadi kebijakan pemerintahan mendatang. Kalau buat kami, yang paling penting adalah menyiapkan anak-anak yang berkualitas, yang mampu untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi bangsanya. Di situlah kami memfokuskan energi kami sebagai orangtua homeschooling. ✅

🌹KESIMPULAN🌹
Sekali lagi, homeschooling itu adalah pendidikan berbasis keluarga… BUKAN berbasis lembaga
jangan pernah takut pada ancaman dari oknum2 pedagang homeschooling yang (mungkin) menakut2i jika ujung2nya adalah harus mendaftar (BAYAR) di tempatnya…
di permen itu kita mendaftarnya langsung ke DIKNAS.. bukan ke lembaga

Pedagang hs? Seperti apa bu? (Host)

tapi sekali lagi.. itu baru mulai, belum merata. Jika di tempat teman2 sudah ada diknas yang membuka tangan, silakan mendaftar.. tapi jangan sampai mendaftar melalui pedagang hs = lembaga kursus yang memberikan nama homeschooling XYZ di depan rukonya

Kalau pkbm itu gimana?

bukan lembaga homeschooling XYZ yang banyak franchisenya dan berharga jutaan untuk uang pangkal
karena homeschooling bukan sekolah. homeschooling itu pendidikan berbasis keluarga.
kalau pkbm itu berbeda.. dia itu fungsinya untuk tempat kita mendapatkan ijazah. tidak ada hubungannya dengan homeschooling.karena orang yang tidak homeschooling pun misal karena putus sekolah juga bisa mendapatkan ijasah melalui PKBM jadi kalau bayar ke PKBM ya it u dalam kefungsian untuk mendapatkan ijazah kesetaraan..
bukan karena daftar homeschooling..


One response to “Catatan Kulwap tentang Home Education

  1. Ikamamalyra says:

    Terima kasih mbak. Jadi lumayan ‘melek’ tentang homeschooling

    Salut buat keluarga mbak rini. Makin pinter ya abi

    Keep sharing sekolahbumomi ya mbak. Saya banyak belajar dari mbak, tapi kebanyakan baru baca aja belum praktek *blushing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s