Riniivan's Blog

Something about my life

Sedikit ilmu dari Mama

on December 22, 2015

Lanjutan hari Jumat kemaren, seabis shopping date dengan Abi berdua aja, masih sempet ikut maen kereta bareng Abi, sikatin gigi, ngelonin bobo,.baru dech gerak,mulai masak.Masak apa sih? Bikin oleh2 buat ke Bandung. Bikin puding zebra 2 loyang, bikin rendang 1.5kilo daging untuk Popi, bikin 2 loyang makaroni schotel, bikin kue manan sahmin 2 loyang, bikin lauk Abi dan bikin nasi hainan untuk bekel Abi di jalan.Sendirian? iya doong, masih disempetin sambil nyetrika dan packing baju dll dkk.

Jadi inget mama Palembang, neneknya Abi. Ada beberapa contoh yang beliau lakukan yang sampe sekarang saya tiru dan saya lakoni : jadi perempuan.harus cekatan, harus gesit, harus serba bisa, harus mau belajar.

Jadi anak harus sayang sama ortu terutama mertua, kelak kita akan ada di posisi itu,jadi ibu, jadi ibu mertua ( aamiin kalo ada umur ), kata nenek ,biasain bawa  buah tangan saat menunjungi orang tua, orang tua manapun bukan cuma mamah ato mertua .

Urus anak dan suami dengan baik, mulai dari penampilan mereka, hingga makanan mereka, semuanya. Harus bisa tetep tampil menarik.Kucel, kumel saat suami ngantor adalah fine fine aja, tapi dandanlah saat suami dirumah, minimal ngga kucel, minimal wangi,minimal muka sumringah.

Jaga kehormatan suami. Jangan pernah curhat masalah tumah tangga  pada siapa pun kecuali pada Allah, atau permasalahan dengan suami kecuali pada ibunya ( baca : mertua ).Tidak pada sahabat, tidak pada orang tua atau saudara sekandung.Telan bulat2 untuk diri sendiri.

Hormati tamu ,siapapun tamu itu, yang dateng ke rumah kita.Jika kebetulan mereka berkunjung saat bertepatan denga  jam makan, jamulah, walo cuma dengan lauk telur ceplok dan mie instan. Temui mereka, jangan malah sibuk sendiri,kalopun  harus ke dapur menyiapkan jamuan, mintalah ijin dan segerakan hadapi mereka untuk ngobrol.

Jika ada yang datang berhutang, jika ada , usahakan jangan ditolak, sudah cukup berat bagi penghutang untuk memasang muka meminjam dari kita, jangan makin diberatkan dengan penolakan, mana tau itu ujian bagi kita ,rejeki bagi mereka yang tertitip melalui harta kita. Kalo pun sedang tak memungkinkan, berilah seikhlasnya dan seadanya dana kita, sebagai bantuan,bukan pinjaman.

Selalu lah nyanguin sedikit uang untuk orang2 tua kerabat yang kurang mampu, selipkan di tangan mereka saat kita salim, walau mungkin seadanya, 1 lembar uang merah, sudah bisa membuat mereka bahagia, bahwa ada anak yang tak,sedarah tak sekandung,menaruh perhatian pada mereka,menyenangkan mereka.

Masih harus terus belajar, harus terus berprogres. Terima kasih, mama

image

siap angkut ke Bandung


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s